Kelapa Gading - Sebanyak 72 balita di wilayah Kecamatan Kelapa Gading menjadi sasaran program Kelapa Gading Atasi Stunting dengan Makanan Frozen (Gasing Frozen). Program ini mengedepankan pola kolaborasi lintas sektor yang melibatkan dunia usaha, lembaga keagamaan, hingga tenaga kesehatan. Camat Kelapa Gading, DTM. Rahmat Syahputra, mengatakan Gasing Frozen diwujudkan melalui pemberian bantuan makanan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi balita sekaligus mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
“Program ini merupakan bentuk kolaborasi dan kepedulian bersama untuk memberikan dukungan kepada balita yang membutuhkan,” ujar Camat Kelapa Gading, Rabu (23/9). Ia merinci dari 72 balita tersebut, sebanyak 35 balita berada di wilayah Kelurahan Pegangsaan Dua. Penanganannya dilakukan melalui kolaborasi Kecamatan Kelapa Gading dengan Klinik Griya Kasih Indah.
Selanjutnya, 19 balita di Kelurahan Kelapa Gading Timur mendapat dukungan melalui sinergi dengan Klinik Flex Free. "Sementara itu, 18 balita di Kelurahan Kelapa Gading Barat menjadi sasaran kolaborasi bersama Gereja Santo Yakobus," tuturnya.
Rahmat menegaskan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar dukungan terhadap anak dan keluarga dapat dilakukan secara berkelanjutan. “Pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, dunia usaha, keluarga, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung anak tumbuh sehat,” katanya.
Menurutnya, Gasing Frozen tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan makanan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kepedulian dan gotong royong dalam mendukung tumbuh kembang anak. “Setiap bantuan dan kolaborasi yang diberikan menjadi langkah penting bagi tumbuh kembang anak dan masa depan generasi Kelapa Gading,” tandasnya.
