Fredy Setiawan Dorong Pasar Hexagon Jadi Destinasi Wisata dan Penggerak Ekonomi Kreatif Jakarta Utara
Kominfotik JU — Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan, mendorong pengembangan Pasar Hexagon sebagai ruang publik yang hidup sekaligus destinasi wisata unggulan di Jakarta Utara.
Hal tersebut disampaikan Fredy saat menghadiri pembukaan Hexagon The Nusantara Port Market 2026 di Pasar Hexagon, Jakarta Utara, Sabtu (15/8). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14–15 Agustus 2026, menghadirkan berbagai aktivitas kreatif, bazar UMKM, perlombaan, pertunjukan seni, dan atraksi budaya.
Menurut Fredy, Pasar Hexagon memiliki nilai sejarah dan potensi yang besar untuk dikembangkan kembali. Keberadaan pasar tersebut juga dinilai strategis karena berada dalam ekosistem kawasan pesisir dan berdekatan dengan sejumlah pusat peradaban maritim di Jakarta Utara.
“Pasar Hexagon tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai bangunan tua. Di balik arsitekturnya yang khas, tersimpan nilai sejarah dan potensi luar biasa yang siap kita bangkitkan kembali,” ujar Fredy.
Ia mengatakan, pengembangan Pasar Hexagon perlu dilakukan secara terpadu dengan kawasan bersejarah dan destinasi wisata di sekitarnya, seperti Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bahari, hingga Masjid Luar Batang.
Menurutnya, masing-masing kawasan memiliki karakter dan potensi yang dapat saling menguatkan. Pelabuhan Sunda Kelapa memiliki sejarah sebagai bagian dari kejayaan perdagangan laut, Museum Bahari menjadi pusat pembelajaran sejarah kebaharian, sedangkan Masjid Luar Batang memiliki daya tarik wisata religi dan nilai historis.
“Pasar Hexagon dapat menjadi simpul penggerak ekonomi kreatif masyarakat lokal. Apabila seluruh potensi ini dikembangkan secara terpadu melalui pendekatan pariwisata berbasis kerakyatan, kita tidak hanya menjaga kelestarian warisan budaya masa lalu, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara nyata,” katanya.
Fredy menilai, upaya menghidupkan kembali kawasan tersebut semakin penting seiring Jakarta menyongsong usia 500 tahun. Kawasan pesisir dan berbagai situs cagar budaya di Jakarta Utara, menurutnya, dapat menjadi etalase perjalanan peradaban Jakarta.
Dalam pelaksanaan Hexagon The Nusantara Port Market 2026, sedikitnya 50 pelaku UMKM turut ambil bagian dengan membuka stan bazar. Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari kuliner nusantara, kriya, fesyen, hingga produk kreatif lainnya.
Selain bazar UMKM, masyarakat juga dapat menikmati berbagai perlombaan, pertunjukan seni, atraksi budaya, serta kegiatan lainnya.
Fredy menegaskan, kegiatan tersebut bukan menjadi akhir dari upaya menghidupkan Pasar Hexagon, melainkan langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
“Acara yang berlangsung selama dua hari ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah langkah awal untuk melihat berbagai peluang kolaborasi yang bisa kita kerjakan bersama,” tuturnya.
Ia berharap Pasar Hexagon ke depan tidak hanya ramai ketika ada kegiatan, tetapi benar-benar menjadi ruang publik yang memiliki kehidupan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Fredy juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung pelaku UMKM, mengapresiasi para seniman, serta bersama-sama menjaga Pasar Hexagon agar tetap hidup dan berkembang
“Mari kita hidupkan kembali kawasan bersejarah kita serta Pasar Hexagon tercinta ini. Bukan sekadar agar terlihat ramai, melainkan agar tempat ini benar-benar memiliki kehidupan, mendatangkan manfaat luas, serta menatap masa depan yang lebih cerah,” kata Fredy.
UMKM Naik Kelas! Puluhan Pelaku Usaha Ramaikan Dekranasda & Jakpreneur Goes To Mall 2026 di Artha Gading
21 Agustus 2026Festival Kampung Tugu Meriahkan HUT ke-279 Gedung Gereja Tugu
23 Agustus 2026Jelang Peresmian, Gubernur dan Wali Kota Tinjau LRT Kelapa Gading–Manggarai, Siap Diresmikan Presiden
24 Agustus 2026Pengajian Bulanan Kota Administrasi Jakarta Utara
Pentas Literasi
Bazar Jakarta Entrepreneur Tingkat Kecamatan Pademangan ke 1

