Sungai Bambu - Kelurahan Sungai Bambu secara resmi mengukuhkan Kampung Siaga Bencana (KSB) untuk periode 2026–2031 sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Kegiatan pengukuhan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh unsur pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, relawan, serta perwakilan instansi terkait.
Pengukuhan KSB ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih tanggap, sigap, dan mandiri dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, khususnya yang berpotensi terjadi di wilayah Kelurahan Sungai Bambu. Melalui KSB, masyarakat diharapkan mampu melakukan upaya pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana secara terkoordinasi.
Lurah Sungai Bambu, Syaiful Anwar dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan Kampung Siaga Bencana bukan hanya simbol, melainkan wadah nyata partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana. Ia menegaskan pentingnya peran aktif seluruh unsur masyarakat untuk menjaga keselamatan lingkungan dan memperkuat solidaritas sosial.
“Dengan dikukuhkannya KSB periode 2026–2031 ini, kami berharap masyarakat Sungai Bambu semakin siap dan tangguh dalam menghadapi bencana. Kesiapsiagaan harus menjadi budaya bersama, bukan hanya saat terjadi bencana,” ujarnya.
Selain prosesi pengukuhan, kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian tugas dan fungsi KSB, pembekalan singkat mengenai kesiapsiagaan bencana, serta penegasan struktur kepengurusan KSB periode 2026–2031. Para pengurus yang telah dikukuhkan diharapkan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian.
Dengan terbentuknya Kampung Siaga Bencana
Kelurahan Sungai Bambu periode 2026–2031, diharapkan terwujud masyarakat yang
lebih waspada, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi risiko bencana demi
terciptanya lingkungan yang aman dan berkelanjutan.
