Sungai Bambu — Pemerintah Kelurahan Sungai Bambu terus berkomitmen menjaga kesehatan masyarakat dan mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebagai bentuk langkah nyata di lapangan, tim gabungan menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus di wilayah RW 07 Kelurahan Sungai Bambu.
Kegiatan Monev PSN ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Kelurahan Sungai Bambu, Siti Hasanah, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Sungai Bambu, Ekasari Riskiah. Aksi kolaboratif ini juga memperkuat keterlibatan lintas sektor dengan hadirnya tenaga kesehatan dari Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan Sungai Bambu serta jajaran Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Kelurahan Sungai Bambu.
Dalam kegiatan tersebut, tim bergerak menyisir area pemukiman warga RW 07 untuk memeriksa tempat-tempat penampungan air, pot tanaman, bak mandi, hingga tempat rekreasi jentik nyamuk Aedes aegypti yang sering terabaikan.
Kasi Kesra Kelurahan Sungai Bambu, Siti Hasanah, menegaskan pentingnya konsistensi dalam melakukan gerakan PSN secara mandiri di setiap rumah tangga.
"Monev ini bukan sekadar pemeriksaan berkala, tetapi upaya kita bersama untuk memutus rantai penularan DBD. Peran aktif warga dalam menerapkan 3M Plus di rumah masing-masing adalah kunci utama agar wilayah kita tetap aman dan sehat," ujar Siti Hasanah di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Kelurahan Sungai Bambu, Ekasari Riskiah, mengapresiasi dedikasi para Kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dan pengurus RW/RT setempat yang tiada henti mengedukasi masyarakat.
Kehadiran Pustu dan LMK Kelurahan Sungai Bambu memberikan dampak positif dalam memberikan intervensi kesehatan langsung serta mendengarkan aspirasi warga terkait penataan lingkungan. Pustu memberikan pendampingan teknis mengenai penanganan jentik, sementara LMK menjembatani komunikasi agar gerakan kebersihan lingkungan dapat didukung oleh seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan Monev PSN yang berkesinambungan ini, diharapkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di wilayah RW 07 khususnya, dan Kelurahan Sungai Bambu pada umumnya, dapat terus meningkat sehingga masyarakat terhindar dari ancaman penyakit DBD.
