SEMPER
BARAT – Dalam
rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026,
Kelurahan Semper Barat bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK)
Jakarta Utara dan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Bima Sakti menggelar
kegiatan pemberdayaan masyarakat. Acara yang diisi dengan Pelatihan Barbershop
(pangkas rambut) bagi penyintas pasca-rehabilitasi ini diselenggarakan pada
Kamis (25/6/2026) di Aula Lantai 3 Kantor Kelurahan Semper Barat.
Kegiatan
ini mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan.
Selain dihadiri oleh perwakilan BNNK Jakarta Utara dr. Novianti dan Lurah
Semper Barat beserta jajarannya, acara ini juga diikuti oleh Ketua LMK, FKDM,
LSM Gaharu, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia, HIPAKAD, dan FKPPI.
Di sela-sela
acara di
suguhan budaya berupa penampilan seni bela diri Silat Minangkabau yang
dibawakan dengan apik oleh Aqila Devina Putri, siswi dari SMP Negeri 289
Jakarta.
Usai
penampilan seni, acara dilanjutkan dengan sesi sambutan. Lurah Semper Barat dalam
sambutannya menegaskan komitmen penuh pihak kelurahan untuk merangkul kembali
para penyintas ke tengah masyarakat. "Kami sangat mendukung kegiatan
pelatihan ini. Kami berkomitmen untuk merangkul para penyintas, tidak
mengucilkan mereka, dan ke depannya akan kami libatkan aktif dalam berbagai
kegiatan kewilayahan," ungkapnya.
Dukungan
senada turut disampaikan oleh perwakilan BNNK Jakarta Utara, dr. Novianti. Ia
berharap pelatihan ini menjadi langkah awal kemandirian ekonomi bagi para peserta.
"Kami berharap para peserta bisa sukses menerapkan hasil pelatihan ini.
Jangan sampai stagnan hanya sebatas pelatihan, tetapi jadikan ini sebagai
ladang usaha nyata," jelas dr. Novianti. Dalam kesempatan yang sama, ia
juga menginformasikan program lomba pembuatan konten bagi IBM yang akan
diselenggarakan oleh BNNK.
Sementara
itu, untuk memastikan keberlanjutan kampanye anti-narkoba, Ketua IBM Bima Sakti
memaparkan sejumlah program kerja unggulan ke depan. Salah satunya adalah
kegiatan Roadshow IBM yang akan menyasar fasilitas umum serta Masa
Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Program ini nantinya akan mengajak para
penyintas dan organisasi masyarakat (ormas) untuk turut berkolaborasi dan
bergabung dalam gerakan pencegahan narkoba.
Melalui
peringatan HANI 2026 dan pelatihan keterampilan ini, diharapkan stigma negatif
terhadap penyintas dapat dihapuskan dan sinergi antar-elemen masyarakat semakin
solid dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.