Jakarta, 25 April 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia dan memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Utara menggelar Roadshow Workshop Membaca yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 24 April 2025. Kegiatan ini digelar di sejumlah sekolah di wilayah Jakarta Utara dengan menghadirkan para pegiat literasi sebagai narasumber inspiratif.
Kegiatan workshop ini menyasar pelajar tingkat SD dan SMP dengan metode yang menyenangkan seperti mendongeng, membaca bersama, serta diskusi terbuka yang dikemas secara interaktif. Beberapa sekolah yang menjadi lokasi kegiatan antara lain SDN Tugu Utara 14 dan SMPN 162 Jakarta.
Di SDN Tugu Utara 14, kegiatan berlangsung pada 17 April dengan narasumber Kak Agus DS yang membawakan cerita-cerita penuh makna dan membangkitkan imajinasi siswa. Sementara itu, penutupan roadshow dilakukan di SMPN 162 Jakarta pada 24 April dengan Kak Novalya yang memberikan semangat membaca melalui teknik bercerita yang menyentuh dan komunikatif.
Kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi dari siswa maupun guru. Para siswa tampak aktif mengikuti setiap sesi, sementara para guru berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan program literasi sekolah.
Kepala Sudin Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Utara menyatakan bahwa Roadshow Workshop Membaca ini merupakan upaya nyata pemerintah kota dalam membumikan minat baca sejak dini. “Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan mendorong anak-anak untuk mencintai buku. Membaca adalah fondasi utama dalam membangun generasi yang kritis, kreatif, dan cerdas,” ujarnya.
Selain menginspirasi siswa untuk gemar membaca, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bagi guru untuk mengembangkan metode literasi yang efektif dan relevan dengan zaman. Pendekatan bercerita dan dialog interaktif terbukti mampu menumbuhkan semangat membaca yang lebih alami di kalangan pelajar.
Dengan terselenggaranya Roadshow Workshop Membaca ini, Sudin Pusip Jakarta Utara berharap semangat literasi tidak berhenti pada kegiatan seremoni, tetapi menjadi bagian dari keseharian para siswa dan sekolah-sekolah di Jakarta Utara. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang literat dan inklusif.
