Administrasi & Kesra
Unit Suku Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk Kota Adm Jak Ut
07 September 2026 3

Perempuan Berdaya di Era Digital: Memanfaatkan Kemajuan Teknologi Media Sosial

Suku Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Peng

Penulis

Penjaringan - Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Utara menggelar seminar bertajuk "Perempuan Berdaya di Era Digital: Memanfaatkan Kemajuan Teknologi Media Sosial" di Aula Kantor Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (21/7).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menangkap peluang di era transformasi digital. Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Utara, Agung Meidya Gutama, mengatakan, seminar ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat peran perempuan. Saat ini, media sosial telah berkembang menjadi instrumen efektif untuk membangun jejaring, mengembangkan usaha mikro, hingga memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan. "Perempuan tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pelaku utama yang berkontribusi dalam penguatan ekonomi rumah tangga hingga pembangunan sosial di lingkungannya," ujar Agung.

Agung menjelaskan, literasi digital kini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan kemampuan menggunakan media sosial secara cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab, perempuan memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkankesejahteraan keluarga serta memperkuat daya saing di era ekonomi digital. Menurutnya, pemberdayaan perempuan merupakan bagian tidak terpisahkan dari visi pembangunan Jakarta sebagai Kota Global yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Wakil Gubernur, Rano Karno. Hal ini juga sejalan dengan arah RPJMD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025–2029. "Perempuan yang sehat, mandiri secara ekonomi, dan cakap digital akan menjadi modal sosial penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global," katanya.

Meski demikian, Agung juga mengingatkan adanya tantangan dalam perkembangan teknologi, seperti penyebaran hoaks, penipuan daring, judi online, hingga kekerasan berbasis gender di dunia maya. Oleh karena itu, literasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan etika. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, mulai dari tingkat keluarga hingga kelompok PKK dan pelaku UMKM. "Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi menciptakan ruang digital yang aman dan produktif. Mari kita lahirkan perempuan Jakarta Utara yang inovatif, tangguh, dan menjadi motor penggerak pembangunan," tandasnya.

Bagikan Berita