Kominfotik JU – Gerakan peduli lingkungan di Jakarta Utara terus diperkuat dari sekolah hingga lingkungan permukiman. Sebanyak 48 sekolah menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara Tahun 2026, sementara 19 RW di Kelurahan Sunter Agung berhasil meraih Program Kampung Iklim (ProKlim) Pratama.
Penghargaan tersebut diserahkan Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Lulu Agustina, bersama Kasudin LH Kota Administrasi Jakarta Utara, Edy Mulyanto, dan Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setko Administrasi Jakarta Utara, Ardan Solihin, di Ruang Bahari, Kantor Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Selasa (6/10).
Kasudin LH Kota Administrasi Jakarta Utara, Edy Mulyanto, mengatakan penghargaan Adiwiyata bukan sekadar apresiasi, tetapi menjadi pemantik bagi sekolah lainnya untuk membangun budaya ramah lingkungan sejak usia dini. “Ke depan akan kami berikan challenge kepada sekolah-sekolah yang belum Adiwiyata agar bisa memberikan contoh perilaku ramah lingkungan, seperti pengelolaan bank sampah, 3R, kantin sehat, tempat sampah terpilah dan berbagai kegiatan lainnya,” ujarnya.
Edy menambahkan, gerakan sekolah ramah lingkungan terus berkembang. Setelah sebelumnya dilakukan deklarasi sekolah Adiwiyata, hampir 167 sekolah di Jakarta Utara kini telah bergerak menjadi sekolah yang peduli dan ramah terhadap lingkungan.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan pengembangan Program Kampung Iklim. Tahun ini, RW 05 Kelurahan Sunter Agung didorong menuju ProKlim Lestari setelah sebelumnya RW 01 Sunter Jaya berhasil meraih ProKlim Lestari pada 2025.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH, Lulu Agustina, mengapresiasi konsistensi Jakarta Utara dalam mengembangkan berbagai gerakan peduli lingkungan. “Jakarta Utara itu luar biasa. Sejak 2024 sudah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Di Sunter Agung ada 19 RW yang meraih ProKlim Pratama dan satu RW yang diarahkan menuju ProKlim Lestari,” ungkapnya.
Lulu menekankan, program Adiwiyata tidak berhenti pada pembelajaran teori tentang lingkungan. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu membentuk karakter dan kebiasaan peduli lingkungan pada anak sejak dini. “Yang kita inginkan adalah adanya perubahan perilaku anak-anak. Apa yang dipelajari di sekolah dapat dibawa ke lingkungan rumah dan diterapkan bersama keluarga,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh pihak, khususnya sekolah, untuk terus melakukan evaluasi terhadap kondisi lingkungannya masing-masing. KLH, lanjutnya, akan terus memberikan pendampingan untuk mewujudkan generasi yang peduli lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan kehidupan.Gerakan tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setko Administrasi Jakarta Utara, Ardan Solihin, mengatakan berbagai program lingkungan yang dijalankan merupakan bentuk kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim. “Pemerintah telah menggalakkan berbagai upaya. Namun, kita perlu menyikapinya secara arif dan bijaksana, terutama dalam persoalan sampah,” jelasnya.
Ardan menambahkan, Jakarta Utara saat ini terus mendorong pemilahan sampah dari sumber dan menjadikan wilayah Rorotan sebagai salah satu pilot project. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi bagian dari perilaku dan tanggung jawab bersama. “Diperlukan tindakan nyata. Semua unsur terkait harus menjadi bagian dari gerakan ini,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Lurah Sunter Agung, Ahmad Firdaus. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh RW, Sudin LH, kecamatan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya 19 RW ProKlim Pratama di wilayahnya. “Ini merupakan hasil kerja bersama, termasuk dukungan dari para lurah sebelumnya. Kami akan terus mendukung program pemilahan sampah dari sumber sesuai dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026,” ujarnya.
Ahmad berharap capaian 19 RW ProKlim Pratama dapat menjadi pijakan untuk membawa RW 05 Sunter Agung menuju ProKlim Lestari, sekaligus menjadi pemantik bagi seluruh warga untuk semakin aktif menjaga dan melestarikan lingkungan. “Terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada seluruh RW di Kelurahan Sunter Agung. Mudah-mudahan capaian ini menjadi semangat untuk terus bergerak bersama,” tandasnya.
