Kominfotik JU - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mengapresiasi pelaksanaan Festival Kampung Tugu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-279 Gedung Gereja Tugu. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus menjaga kerukunan masyarakat di Kampung Tugu, Jakarta Utara.
Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Ikatan Keluarga Besar Tugu serta GPIB Gereja Tugu yang secara konsisten menjaga dan melestarikan nilai-nilai warisan budaya di Kampung Tugu.
“Pemerintah Kota Jakarta Utara menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Ikatan Keluarga Besar Gereja Tugu dan GPIB Gereja Tugu yang telah melestarikan nilai warisan budaya di Kampung Tugu,” ujar Hendra.
Menurutnya, Kampung Tugu menjadi contoh nyata bahwa keberagaman latar belakang masyarakat dapat menjadi modal sosial dalam membangun Jakarta Utara yang harmonis, aman, dan maju.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan serta menjadikan Kampung Tugu sebagai contoh kawasan yang mampu memadukan berbagai aspek kehidupan, mulai dari sejarah, budaya, kehidupan sosial, hingga pelestarian lingkungan.
“Teruslah menjaga kerukunan. Mari kita jadikan Kampung Tugu sebagai contoh kawasan yang memadukan segala aspek kehidupan. Semoga acara ini semakin mempererat kita semua dan Kampung Tugu semakin dikenal sebagai kebudayaan yang menjadi kebanggaan di DKI Jakarta,” tuturnya.
Ketua Majelis Jemaat GPIB Gereja Tugu, Pendeta Josef Bates, mengatakan Gedung Gereja Tugu merupakan salah satu ikon Jakarta sekaligus saksi perjalanan kehidupan manusia dari masa ke masa.
“Sebagai salah satu ikon Jakarta, gedung gereja saat ini adalah saksi hidup di tengah perjalanan manusia. Marilah bersama-sama bersinergi untuk terus mendukung dan melestarikan gedung gereja yang berusia 279 tahun,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-279 Gedung Gereja Tugu sekaligus menyambut pelaksanaan Festival Kampung Tugu.
Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Besar Tugu, Rensy Poluam Mihils, menegaskan Festival Kampung Tugu menjadi wujud kecintaan warga terhadap kampung halaman sekaligus upaya merawat keberadaan Gedung Gereja Tugu sebagai bagian penting dari sejarah kawasan.
“Festival Kampung Tugu ini merupakan wujud cinta warga Tugu terhadap kampungnya. Kami merayakan HUT Gereja Tugu yang ke-279 dan terus berkomitmen merawat serta menggunakan Gedung Gereja Tugu,” ungkapnya.
Menurut Rensy, Kampung Tugu juga memiliki daya tarik bagi kalangan akademisi dan peneliti. Sejarah Gereja Tugu dan keberadaan komunitas di kawasan tersebut menjadi bagian yang terus dipelajari oleh mahasiswa maupun peneliti.
“Banyak mahasiswa dan peneliti yang datang ke Kampung Tugu untuk meneliti sejarah Gereja Tugu. Ini menunjukkan bahwa Kampung Tugu memiliki nilai sejarah yang penting untuk terus kita jaga,” katanya.
