Papanggo – Kelurahan Papanggo menggelar Rapat Koordinasi dan Pembentukan Pengurus Kampung Siaga Bencana pada Rabu (14/10/2026), bertempat di Ruang Pola Lantai 3 Kantor Kelurahan Papanggo. Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kelurahan Papanggo.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Kasi Pemerintahan Kelurahan Papanggo, Pelaksana Harian Satuan Pelaksana Sosial Kecamatan Tanjung Priok, serta perwakilan Taruna Siaga Bencana Kecamatan Tanjung Priok. Selain itu, hadir pula Satgas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kelurahan Papanggo, Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, serta para Ketua RW dari RW 01 hingga RW 13.
Pembentukan pengurus Kampung Siaga Bencana ini menjadi poin krusial dalam pertemuan tersebut. Melalui pembentukan struktur organisasi yang solid, diharapkan warga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai prosedur penanganan darurat, mitigasi risiko, serta evakuasi mandiri saat terjadi bencana di lingkungan masing-masing. Sinergi antara unsur pemerintah kelurahan dan warga masyarakat dipandang sebagai kunci keberhasilan dalam menciptakan wilayah yang tangguh bencana.
Kasi Pemerintahan Kelurahan Papanggo, Satrio, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan Kampung Siaga Bencana merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan dan edukasi kepada warga. Menurutnya, partisipasi aktif dari tingkat RW sangat diperlukan agar program kesiapsiagaan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar fungsional di lapangan.
"Koordinasi yang terbangun hari ini diharapkan dapat meminimalisir dampak risiko bencana yang mungkin terjadi di wilayah Papanggo," kata Satrio.
Ia menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi aset terpenting dalam manajemen kedaruratan. Satrio menyatakan bahwa melalui pembentukan pengurus Kampung Siaga Bencana ini, diharapkan setiap RW memiliki perwakilan yang sigap dan responsif dalam mengoordinasikan bantuan maupun proses evakuasi jika terjadi keadaan darurat. Ia menambahkan bahwa pemerintah kelurahan akan terus memberikan pendampingan dan dukungan agar pengurus yang telah terbentuk dapat menjalankan fungsinya dengan maksimal sesuai dengan standar prosedur yang berlaku.
Selain sesi pembentukan struktur pengurus, pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi mengenai pemetaan wilayah rawan bencana di lingkungan Kelurahan Papanggo. Para peserta yang hadir aktif memberikan masukan terkait kondisi geografis dan potensi kendala yang mungkin dihadapi di wilayahnya masing-masing. Pihak Tagana dan Satgas Gulkarmat turut memberikan arahan teknis mengenai langkah-langkah awal yang harus dilakukan oleh pengurus Kampung Siaga Bencana saat menghadapi situasi darurat sebelum bantuan dari instansi terkait tiba di lokasi.
"Rapat koordinasi ini diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan pembentukan pengurus serta komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi intensif antarpihak. Diharapkan dengan terbentuknya kepengurusan Kampung Siaga Bencana ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana dapat meningkat, sehingga Kelurahan Papanggo menjadi kawasan yang lebih aman, siaga, dan mampu merespons tantangan kebencanaan dengan cepat dan tepat," tuturnya.
