Pemerintahan
Kelurahan Papanggo
02 Oktober 2026 17

Sosialisasi Program Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas Digelar di RW 07 Kelurahan Papanggo

Kelurahan Papanggo

Penulis

Papanggo — Kelurahan Papanggo melaksanakan Sosialisasi Program Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas di Kantor Sekretariat RW 07 Kelurahan Papanggo, Rabu (30/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut menjadi langkah strategis pemerintah setempat dalam mengedukasi warga mengenai pentingnya sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga langsung dari sumbernya. Dengan pendekatan partisipatif, diharapkan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu dapat berkurang secara signifikan, sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih, sehat, dan asri.

Sosialisasi ini mendapatkan perhatian luas dari berbagai pihak. Hadir dalam acara tersebut Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Lurah Kelurahan Papanggo, Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Papanggo, serta perwakilan dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Selain itu, turut hadir Staf Ahli Pasar Jaya, jajaran FKDM Kota Jakarta Utara, Forum RT/RW, LMK, TP PKK, kader Dasawisma Kelurahan Papanggo, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, hadir Ibu Restu Haps yang memaparkan teknis dan manfaat pengelolaan sampah berbasis komunitas secara komprehensif.

Lurah Kelurahan Papanggo, Erwin Djati Kusuma, dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi dan kesadaran kolektif seluruh warga.

"Pengelolaan sampah bukan lagi sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama yang dimulai dari kesadaran individu di tingkat rumah tangga.

Erwin Djati Kusuma menyatakan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen nyata Kelurahan Papanggo dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan. Ia berharap melalui program ini, warga tidak hanya memahami cara memilah sampah dengan benar, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai guna. Erwin menegaskan bahwa pemerintah kelurahan akan terus mendampingi warga agar sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas ini dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak positif bagi kesehatan lingkungan serta ekonomi masyarakat di RW 07.

"Antusiasme warga terlihat jelas selama sesi diskusi berlangsung. Berbagai pertanyaan teknis mengenai mekanisme pemilahan sampah organik dan anorganik dijawab secara lugas oleh narasumber. Pihak kelurahan berharap sosialisasi ini menjadi momentum awal bagi warga RW 07 untuk memulai perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah. Ke depan, diharapkan inisiatif serupa dapat diimplementasikan di wilayah lain di Kelurahan Papanggo sebagai bagian dari upaya mendukung program Jakarta yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Acara berlangsung dengan tertib dan diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan," tutupnya.

Tags
#Tanjung Priok
Bagikan Berita