Administrasi & Kesra
Kelurahan Kamal Muara
23 Oktober 2026 1

Perkuat Gerakan Lingkungan Sehat, Kelurahan Kamal Muara Ikuti Pembinaan Persiapan Lomba Kampung Bebas Jentik di RW 02

Kelurahan Kamal Muara

Penulis

Jakarta Utara - Pemerintah Kelurahan Kamal Muara terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kehadiran Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) bersama Staf Kesra Kelurahan Kamal Muara dalam kegiatan Pembinaan Persiapan Lomba Kampung Bebas Jentik yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Oktober 2026, bertempat di Pos RW 02, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Kegiatan pembinaan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan wilayah RW 02 agar semakin optimal dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya melalui pemberantasan sarang nyamuk serta pemantauan jentik secara rutin. Persiapan lomba tidak hanya berorientasi pada penilaian lingkungan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan bersama.

Kehadiran Kasi Kesra bersama Staf Kesra Kelurahan Kamal Muara merupakan bentuk dukungan pemerintah kelurahan terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan lingkungan. Melalui koordinasi dan pembinaan, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan tempat tinggal, melakukan pemeriksaan jentik secara berkala, serta membangun kebiasaan hidup sehat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Kampung Bebas Jentik merupakan salah satu upaya yang menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah perkembangbiakan nyamuk. Lingkungan yang bersih dan terbebas dari tempat perkembangbiakan nyamuk dapat membantu mengurangi risiko penularan DBD. Oleh karena itu, keterlibatan warga menjadi unsur penting dalam mendukung keberhasilan program pencegahan penyakit berbasis lingkungan.

Dalam persiapan menghadapi lomba, pembinaan menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman mengenai aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan lingkungan. Hal tersebut mencakup kebersihan rumah dan halaman, pengelolaan sampah, pemeliharaan saluran air, pemeriksaan tempat penampungan air, serta pelaksanaan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara konsisten.

Salah satu langkah utama yang perlu terus dibudayakan adalah penerapan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air. Langkah tambahan lainnya dapat dilakukan sesuai kebutuhan, seperti memeriksa wadah-wadah yang menampung air hujan, membersihkan lingkungan secara berkala, dan mencegah terbentuknya tempat perkembangbiakan nyamuk.

Kader Jumantik juga memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program Kampung Bebas Jentik. Melalui pemeriksaan secara rutin, kader dapat membantu mengidentifikasi keberadaan jentik sekaligus mengingatkan warga untuk melakukan tindakan pencegahan. Kegiatan pemantauan tersebut perlu didukung oleh partisipasi masyarakat agar pemberantasan sarang nyamuk tidak hanya dilakukan ketika ada kegiatan penilaian, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Selain pemeriksaan jentik, kebersihan lingkungan secara menyeluruh perlu menjadi perhatian bersama. Sampah yang tidak dikelola dengan baik, saluran air yang tersumbat, serta barang-barang bekas yang dibiarkan terbuka dapat menimbulkan masalah lingkungan. Karena itu, upaya menciptakan Kampung Bebas Jentik perlu berjalan seiring dengan pemeliharaan kebersihan dan penataan kawasan permukiman.

Pos RW 02 sebagai lokasi kegiatan menjadi ruang koordinasi bagi unsur masyarakat untuk membahas persiapan dan memperkuat pelaksanaan program di lingkungan masing-masing. Melalui koordinasi di tingkat RW, informasi mengenai langkah pencegahan DBD dapat disampaikan secara lebih dekat kepada warga, sehingga setiap keluarga memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Peran pemerintah kelurahan dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Dukungan dari unsur kelurahan diharapkan dapat membantu mendorong keberlanjutan kegiatan, memperkuat koordinasi dengan pengurus wilayah, serta meningkatkan partisipasi warga dalam program kesehatan lingkungan.(Rdn)

Bagikan Berita