Jakarta Utara - Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Kota Administrasi Jakarta Utara, melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tuberkulosis (TBC) pada Senin (19/10/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Pola Lantai 3 Kantor Kelurahan Kamal Muara dengan melibatkan unsur pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, pengurus RT, serta para kader yang berperan aktif dalam kegiatan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung penanggulangan TBC di wilayah Kelurahan Kamal Muara. Melalui pertemuan tersebut, unsur kewilayahan dan kesehatan diharapkan dapat menyelaraskan peran, meningkatkan komunikasi, serta memperkuat dukungan masyarakat terhadap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular, khususnya TBC.
Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Kelurahan Kamal Muara, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Kelurahan Kamal Muara, Ibu Lurah, Kepala Puskesmas Kamal Muara, serta Saudara Vandy dari Puskesmas Kamal Muara. Turut hadir unsur P3K PW Kelurahan Kamal Muara, Ketua RT 001 dan Ketua RT 003 RW 03, kader PKK, kader Posbindu, kader Posyandu, kader Dasawisma, serta kader Jumantik.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya keterlibatan bersama dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Penanganan TBC tidak hanya membutuhkan peran fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga dukungan pemerintah wilayah, pengurus lingkungan, dan kader yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Monitoring dan evaluasi menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat pelaksanaan program kesehatan di tingkat wilayah. Melalui koordinasi yang terarah, berbagai unsur dapat meningkatkan pemahaman mengenai peran masing-masing dalam mendukung edukasi, pencegahan, penemuan kasus, serta pendampingan masyarakat sesuai tugas dan kewenangannya.
Dalam upaya penanggulangan TBC, kader kewilayahan memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan tenaga kesehatan. Kader dapat membantu menyebarluaskan informasi yang benar mengenai TBC, mendorong warga untuk memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut, serta mengajak masyarakat untuk mengikuti arahan tenaga kesehatan.
Selain itu, dukungan pengurus RT sangat penting dalam membangun kepedulian lingkungan dan mendorong warga agar tidak ragu mengakses layanan kesehatan. Pendekatan yang komunikatif dan tidak memberikan stigma kepada penderita perlu terus diperkuat agar masyarakat memahami bahwa TBC merupakan penyakit yang dapat diobati dan penanganannya membutuhkan dukungan bersama.
Sinergi dengan Puskesmas Kamal Muara juga menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi dan arahan kesehatan yang tepat. Puskesmas berperan dalam memberikan pelayanan pemeriksaan, penegakan diagnosis oleh tenaga medis, pengobatan, serta pemantauan pasien sesuai standar pelayanan kesehatan.
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru dan dapat menular melalui udara ketika penderita TBC aktif mengeluarkan partikel yang mengandung bakteri, terutama saat batuk atau bersin.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk berkepanjangan, demam, berkeringat pada malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta tubuh terasa lemah. Masyarakat yang mengalami gejala tersebut, khususnya batuk selama dua minggu atau lebih, dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan juga dapat diperlukan lebih awal sesuai penilaian tenaga kesehatan dan kondisi masing-masing individu.
TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan teratur sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu memahami pentingnya menjalani pengobatan sampai tuntas serta tidak menghentikan obat secara sepihak. Dukungan keluarga dan lingkungan juga diperlukan agar pasien dapat menjalani pengobatan dengan baik tanpa mengalami diskriminasi.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin memahami langkah pencegahan, pentingnya deteksi dini, serta perlunya mengikuti arahan petugas kesehatan. Informasi yang tepat juga dapat membantu mengurangi kesalahpahaman dan stigma terhadap orang yang sedang menjalani pengobatan TBC.(Rdn)
