Administrasi & Kesra
Kelurahan Kamal Muara
28 Agustus 2026 1

Lurah Kamal Muara Pantau Gerakan PSN di RT 05 RW 02

Kelurahan Kamal Muara

Penulis

Kamal Muara – Upaya menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui nyamuk terus diperkuat oleh Pemerintah Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan pemantauan Jumantik di wilayah RT 05/RW 02 Kelurahan Kamal Muara.

Kegiatan PSN Jumantik menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dapat berkembang ketika terdapat tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk. Karena itu, pemeriksaan lingkungan secara rutin menjadi salah satu langkah preventif yang perlu dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Lurah Kamal Muara, Fahrozi Hardi bersama unsur Kelurahan Kamal Muara. Kehadiran unsur pemerintahan wilayah menunjukkan komitmen untuk memastikan kegiatan pemantauan lingkungan berjalan secara optimal sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai unsur yang memiliki peran dalam menjaga kesehatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.

Selain unsur kelurahan, kegiatan juga melibatkan Satpol PP, Dinas Sosial, pengelola RPTRA, unsur pemadam kebakaran, serta Ketua RW 02. Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dalam mendukung upaya pencegahan penyakit dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

PSN merupakan salah satu langkah sederhana namun memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dari potensi berkembangnya nyamuk. Kegiatan dilakukan dengan memperhatikan berbagai tempat yang berpotensi menjadi wadah genangan air, baik di dalam maupun di sekitar lingkungan permukiman.

Pemantauan Jumantik menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat semakin peduli terhadap kondisi lingkungan. Pemeriksaan secara rutin diharapkan dapat membantu menemukan potensi tempat perkembangbiakan nyamuk sedini mungkin sehingga dapat segera dilakukan tindakan pencegahan.

Kegiatan PSN juga tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi menjadi sarana membangun kesadaran bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih dan bebas dari genangan air menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kawasan permukiman yang sehat.

Kehadiran Lurah Kamal Muara bersama jajaran dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya pemantauan langsung terhadap kondisi lingkungan masyarakat. Pemerintah kelurahan terus mendorong agar kegiatan kesehatan berbasis lingkungan dilakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat secara aktif.

Gerakan PSN dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat perlu memperhatikan tempat penampungan air, membersihkan wadah yang dapat menampung air hujan, memastikan saluran air tidak tersumbat, serta menjaga kebersihan halaman dan lingkungan sekitar rumah.

Prinsip 3M Plus juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan perkembangbiakan nyamuk, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan. Langkah tersebut dapat diperkuat dengan berbagai upaya tambahan sesuai kondisi lingkungan.

Pemantauan yang dilakukan secara berkala menjadi penting karena potensi tempat berkembang biaknya nyamuk dapat muncul dari berbagai sumber. Wadah kecil, barang bekas, talang air, pot tanaman, maupun tempat lain yang menampung air perlu mendapatkan perhatian.

Kolaborasi antara pemerintah kelurahan, kader Jumantik, pengurus RW dan RT, serta masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjalankan gerakan tersebut. Dengan koordinasi yang baik, pemantauan lingkungan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkesinambungan.

Keterlibatan Satpol PP dalam kegiatan kewilayahan turut memperkuat dukungan terhadap terciptanya lingkungan yang tertib dan kondusif. Sementara itu, kehadiran unsur Dinas Sosial, RPTRA, dan pemadam kebakaran memperlihatkan bahwa upaya menjaga kualitas lingkungan dapat dilakukan melalui kerja sama lintas sektor.

RPTRA sebagai ruang publik di tingkat masyarakat juga memiliki potensi besar untuk mendukung edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Lingkungan yang sehat dapat menjadi bagian dari proses pembentukan kebiasaan positif, khususnya bagi anak-anak dan keluarga.

Kegiatan PSN Jumantik di RT 05/RW 02 juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah wilayah dan pengurus lingkungan. Ketua RW memiliki peran penting dalam mengkoordinasikan masyarakat agar kegiatan kebersihan dan pemantauan lingkungan dapat terus dilaksanakan secara rutin.

Pencegahan DBD tidak dapat hanya mengandalkan penanganan setelah muncul kasus. Langkah yang lebih efektif adalah melakukan pencegahan sejak dini dengan menjaga lingkungan dan menghilangkan potensi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Tags
#Penjaringan
Bagikan Berita