Kominfotik JU – Di balik rindangnya pepohonan yang menghiasi sudut-sudut Jakarta Utara, ada kerja senyap yang setiap hari dilakukan demi menjaga keselamatan warga. Saat cuaca ekstrem dengan hujan lebat dan angin kencang semakin sering terjadi, petugas Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Kota Administrasi Jakarta Utara terus bergerak memangkas pohon-pohon yang berpotensi membahayakan.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, sebanyak 5.157 pohon rawan tumbang telah ditoping di enam kecamatan sebagai langkah antisipasi agar tidak membahayakan pengguna jalan maupun warga yang beraktivitas di ruang publik.
Kepala Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Reina Camelia mengatakan, penanganan dilakukan sesuai tingkat kondisi pohon. Sebanyak 689 pohon menjalani toping ringan, 3.812 pohon toping sedang, dan 370 pohon toping berat.
"Selain pemangkasan, kami juga melakukan peremajaan terhadap 173 pohon yang sudah mati atau keropos, serta menangani 20 pohon sempal agar tidak membahayakan masyarakat," ujar Reina saat dikonfirmasi, Jumat (7/8).
Tak hanya itu, selama tujuh bulan terakhir petugas juga bergerak cepat menangani 93 kejadian pohon tumbang yang dipicu angin kencang maupun tingginya intensitas hujan.
Menurut Reina, perawatan pohon dilakukan secara rutin melalui pemantauan langsung di lapangan dan tindak lanjut atas laporan masyarakat. Tercatat, 854 pohon telah ditangani berdasarkan aduan warga melalui aplikasi Cepat Respon Masyarakat (CRM).
Setiap hari, personel Satuan Tugas (Satgas) Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Kota Administrasi Jakarta Utara bersama petugas di tingkat kecamatan menyisir jalan arteri, jalan protokol, taman kota hingga kawasan permukiman untuk mengidentifikasi pohon yang memiliki dahan terlalu rimbun, menjuntai ke badan jalan, atau berpotensi patah saat diterpa angin.
Beragam jenis pohon menjadi sasaran perawatan, mulai dari trembesi, mahoni, angsana, sawo kecik, asem kranji, glodokan, flamboyan, tabebuya hingga tanjung. "Harapan kami sederhana, masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman tanpa rasa khawatir terhadap risiko pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem melanda Jakarta Utara," tutup Reina.
