Jakarta Utara – Rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jakarta Utara dilanjutkan dengan kegiatan studi banding ke Desa Wisata Cinangneng, Kabupaten Bogor, Rabu (9/9). Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi 100 peserta untuk melihat secara langsung pengelolaan destinasi berbasis masyarakat sekaligus menggali referensi yang dapat diterapkan sesuai dengan potensi wisata di Jakarta Utara.
Dalam kunjungan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai aktivitas wisata yang mengangkat kehidupan dan budaya masyarakat setempat. Wisatawan tidak hanya diajak menikmati suasana pedesaan, tetapi juga dapat mengikuti aktivitas seperti menanam padi, mengenal kehidupan masyarakat desa, memainkan alat musik tradisional, belajar tari dan kesenian Sunda, menghias caping, membuat kerajinan, serta mengikuti berbagai kegiatan edukatif berbasis lingkungan dan budaya.
Konsep tersebut memberikan gambaran bahwa aktivitas sehari-hari masyarakat dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang menarik dan interaktif. Wisatawan tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi ikut mencoba, belajar, berinteraksi, dan memahami cerita di balik setiap aktivitas. Pendekatan ini menjadi salah satu referensi penting bagi Pokdarwis Jakarta Utara dalam melihat kembali potensi yang sudah ada di wilayah masing-masing.
Berbagai potensi di Jakarta Utara dapat dikembangkan dengan pendekatan serupa. Kawasan pesisir dan kehidupan nelayan, Kampung Tugu, Marunda, Sunda Kelapa, Masjid Luar Batang, kerajinan batik, hingga aktivitas UMKM memiliki cerita dan aktivitas yang dapat dikemas menjadi pengalaman wisata. Misalnya, wisatawan dapat diajak mengenal proses membatik, membuat produk kreatif, mempelajari sejarah kawasan, mengenal kehidupan masyarakat pesisir, atau mengikuti aktivitas edukasi lingkungan.
Melalui studi banding ini, peserta diharapkan memperoleh inspirasi untuk mengembangkan destinasi secara lebih kreatif tanpa harus selalu menciptakan atraksi baru. Potensi yang sudah hidup di tengah masyarakat dapat dipetakan, dikemas, diberi narasi, dan dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang melibatkan komunitas, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat.
Kegiatan studi banding ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas Pokdarwis Jakarta Utara dalam mewujudkan pariwisata berbasis masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan digital dan tetap berakar pada budaya lokal. Dari Cinangneng, peserta membawa pulang bukan hanya pengalaman, tetapi juga perspektif baru bahwa cerita dan aktivitas sederhana di tengah masyarakat dapat menjadi daya tarik ketika dikemas menjadi pengalaman yang bermakna.
