Jakarta Utara — Produk UMKM yang berkualitas perlu didukung pemasaran yang tepat agar dikenal lebih luas. Hal inilah yang menjadi fokus Bimbingan Teknis Pengembangan Ekonomi Kreatif Tahun 2026 yang digelar Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Utara di Sunlake Waterfront Resort & Convention, Kamis (13/8), dengan membekali pelaku UMKM kemampuan memanfaatkan ruang digital untuk memperkuat pemasaran dan memperluas jangkauan pasar.
Mengusung tema “Penguatan Kapasitas Digital UMKM Binaan Jakarta Utara untuk Meningkatkan Daya Saing dan Produktivitas Berkelanjutan”, kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari pelaku ekonomi kreatif binaan dari berbagai subsektor seperti kriya, fesyen dan kuliner.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan media sosial untuk mendukung pemasaran produk. Tidak hanya bagaimana membuat konten yang lebih menarik, tetapi juga memahami cara menyikapi informasi dan berbagai konten yang beredar di ruang digital.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, mengatakan perkembangan teknologi digital dapat menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku UMKM.
“Digital itu seperti dua mata pedang. Ada sisi tajam dan ada sisi tumpul. Kalau dimanfaatkan dengan baik, bisa membawa UMKM maju, tetapi kalau tidak dipahami dengan baik juga bisa menjadi tantangan,” ujarnya.
Menurut Wawan, pemahaman dan kapasitas digital semakin penting karena media sosial memiliki peran besar dalam memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Di sisi lain, UMKM merupakan salah satu pilar penting perekonomian karena dekat dengan kehidupan masyarakat dan mampu terus bertahan di berbagai kondisi.
Melalui bimtek ini, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Jakarta Utara diharapkan semakin percaya diri memanfaatkan ruang digital untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta mengembangkan usahanya agar naik kelas.
