Administrasi & Kesra
Unit Suku Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif
12 Agustus 2026 97

Pasar Hexagon Bangkit, Warisan Sejarah Dipadukan dengan Seni dan Ekonomi Kreatif

Kominfotik-Louise

Penulis

Kominfotik JU - Bayangkan sebuah kawasan bersejarah yang sempat sunyi, kembali dipenuhi aroma kuliner Nusantara, suara musik tradisional, gemulai puluhan penari, hingga deretan produk kreatif pelaku UMKM. Suasana itulah yang akan hadir di Pasar Hexagon, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada 14-15 Agustus 2026.

Melalui Hexagon The Nusantara Port Market, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara berupaya menghidupkan kembali Pasar Hexagon sebagai ruang publik yang tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga menjadi panggung bagi seni budaya sekaligus wadah tumbuhnya ekonomi kreatif. Sebanyak 53 UMKM binaan enam pengampu di Jakarta Utara akan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Beragam makanan, minuman, kerajinan, hingga produk kreatif akan ditawarkan kepada masyarakat dengan konsep yang dekat dan terjangkau.

Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Utara, Dya Perwita Kusuma mengatakan, gagasan menghidupkan kembali Pasar Hexagon berangkat dari potensi besar yang dimiliki kawasan tersebut. "Pasar Hexagon ini memiliki bangunan yang luar biasa. Ini aset yang belum tentu semua pemerintah daerah punya. Tapi di sisi lain, ruang publiknya masih kosong karena itu kami ingin mengaktifkannya melalui kegiatan ekspresi seni budaya sekaligus ekonomi budaya," jelas Dya saat dikonfirmasi, Rabu (12/8).

Menurutnya, Pasar Hexagon tidak seharusnya hanya dipandang sebagai sebuah pasar. Dengan karakter bangunan dan lokasinya, kawasan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi destinasi budaya baru di Jakarta Utara.Pengembangan itu pun tidak dilakukan sendiri. Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta berkolaborasi dengan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta berbagai pihak untuk membangun ekosistem kawasan secara bertahap. "Ini gotong royong. Kami ingin mengembangkan Pasar Hexagon sebagai destinasi budaya baru yang bisa dinikmati masyarakat sekitar maupun wisatawan, baik domestik maupun mancanegara," katanya.

Ke depan, Pasar Hexagon diharapkan menjadi bagian dari jalur wisata kawasan pesisir Jakarta Utara. Wisatawan dapat menyusuri kawasan Kota Tua, kemudian menuju Museum Bahari dan Masjid Luar Batang, sebelum beristirahat dan menikmati kuliner Nusantara di Pasar Hexagon. Konsep tersebut sekaligus menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional dari berbagai daerah Indonesia. "Di sini ada makanan khas Betawi, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Papua. Jadi kuliner-kuliner ini sebenarnya punya fungsi untuk melestarikan makanan tradisional," ujar Dya.

Menariknya, sejumlah kuliner yang mulai langka juga akan diperkenalkan. Salah satunya burdong, kuliner Betawi yang kini semakin jarang ditemui. "Bahkan ada kuliner Betawi yang sudah hampir punah, seperti burdong. Jadi ini bukan sekadar jualan makanan, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan kuliner tradisional," ungkapnya.

Tidak hanya soal kuliner dan UMKM, Pasar Hexagon juga akan menjadi panggung bagi para seniman. Sejak sore hari, pengunjung akan disuguhi pertunjukan seni budaya yang dikemas dari tradisional hingga modern. Gambang kromong, ngebuleng, sendratari, pertunjukan musik, teater, musikal puisi, workshop, perlombaan, bodoran, hingga dangdut akan mengisi panggung ampiteater. Bahkan, sebanyak 50 penari akan tampil dalam pertunjukan sendratari setelah salat Magrib pada malam pembukaan. "Kami ingin mengantarkan pengunjung dari tradisi ke modern. Jadi seni budaya akan berlangsung nonstop. Konsep tersebut diharapkan memberikan ruang yang lebih luas bagi para seniman untuk berekspresi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi mereka," tuturnya.

Dya berharap, keberadaan ruang kreatif seperti Pasar Hexagon dapat menjadi titik awal bagi para seniman untuk tumbuh mandiri. "Harapan saya, seniman kami bisa hidup dari situ. Mereka punya wahana untuk berekspresi dan lama-lama bisa mandiri," ucapnya. Namun, keramaian selama dua hari tersebut bukanlah tujuan akhir. Dya menegaskan, kegiatan ini merupakan pemantik untuk menghidupkan kembali Pasar Hexagon secara berkelanjutan. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara juga tengah mendorong pembahasan bersama PD Pasar Jaya dan pihak terkait untuk menentukan pola pengembangan kawasan setelah kegiatan perdana tersebut. "Perlahan akan mengarah kepada perbaikan seluruh infrastrukturnya," katanya.

Ke depan, peluang kolaborasi dengan berbagai pihak juga akan dikembangkan, sehingga Pasar Hexagon tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi tumbuh sebagai ruang bertemunya sejarah, budaya, kreativitas, kuliner, UMKM, dan wisata. Dari bangunan bersejarah yang sempat sunyi, Pasar Hexagon kini tengah disiapkan untuk kembali memiliki denyut kehidupan. Bukan sekadar pasar, tetapi sebuah ruang tempat sejarah bercerita, seniman berkarya, UMKM tumbuh, dan masyarakat menemukan kembali wajah lain Jakarta Utara.

Tags
#Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
#Suku Dinas Kebudayaan
Bagikan Berita