JAKARTA UTARA – Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara memastikan seluruh balita stunting telah ditangani dan diintervensi. Intervensi balita stunting libatkan kolaborasi berbagai pihak.
“Berdasarkan data Agustus
2023, seluruh jumlah balita stunting telah dilakukan penanganan dan intervensi.
Dalam intervensi gizi spesifik memerlukan kolaborasi yang dilakukan secara
terkoordinir dan terpadu dengan mengintegrasikan dan menyelaraskan berbagai
sumber daya,” kata Plt. Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat, Suku Dinas Kesehatan
Jakarta Utara, Marlinda dalam kegiatan Aksi 7, Diseminsasi Hasil Surveilans
Gizi dan Publikasi Data Stunting Tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara Tahun
2023 di Ruang Fatahillah, Kantor Walikota Administrasi Jakarta Utara, Selasa
(28/11).
Dalam kegiatan ini, dia
menjabarkan memiliki tujuan untuk memperoleh informasi hasi surveilans gizi dan
dapat memanfaatkan data tersebut. Kegiatan ini dipastikan telah bersinergi
dengan lintas sektor di Jakarta Utara.
“Data stunting
didapatkan melalui mekanisme pendataan status gizi balita yaitu pengukuran
balita, penginputan pengukuran balita, verifikasi dan validasi data dan
mengupdate data pelaporan,” jabarnya.
Menurutnya, stunting dapat
menjadi prediktor rendahnya kualitas sumber daya manusia yang berpengaruh
terhadap produktifitas dan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Untuk itu pencegahan
dan penanggulangan stunting menjadi penting.
Publikasi data stunting
ini juga merupakan bagian dari delapan aksi konvergensi stunting, yaitu aksi
ketujuh yang rutin dilakukan setiap tahunnya.
“Pada pertemuan hari ini
juga disampaikan hasil survei faktor determinan balita stunting di Jakarta
Utara, yang diharapkan menjadi landasan untuk meningkatkan, memantau, dan
mengadvokasi untuk mengintegrasikan program dan layanan dalam rangka percepatan
penurunan stunting,” tutupnya.
