Administrasi & Kesra
Unit Suku Dinas Kesehatan
06 Agustus 2026 52

100 Warga Kalibaru Ikuti Skrining TB Gratis, Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan

Kominfotik-Louise

Penulis

Kominfotik JU – Upaya menemukan kasus Tuberkulosis (TB) secara dini terus diperkuat di wilayah Jakarta Utara. Sebanyak 100 warga mengikuti skrining TB gratis melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) yang diselenggarakan Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Cilincing di Kantor RW 010, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Rabu (6/8).

Kegiatan tersebut menyasar warga yang memiliki riwayat kontak serumah maupun kontak erat dengan pasien TB. Pemeriksaan ini menjadi langkah penting untuk mendeteksi kemungkinan kasus sejak dini sekaligus memutus mata rantai penularan TB di lingkungan masyarakat.

Kegiatan ACF ini merupakan tindak lanjut dari Program Kampung Siaga TBC (KST) yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah, kader kesehatan hingga masyarakat. Selain mendapatkan pemeriksaan, warga juga memperoleh edukasi mengenai TB, mulai dari gejala yang perlu diwaspadai, pentingnya pemeriksaan dini, hingga kepatuhan menjalani pengobatan apabila dinyatakan positif TB.

Edukasi kepada warga disampaikan dr. Novita Anggun Permatasari yang mengingatkan bahwa deteksi dini memiliki peran penting dalam mencegah penularan TB, terutama bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TB.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Pembantu Kalibaru, dr. Muvinda Yuningrum Putri, mengatakan kegiatan skrining tersebut diharapkan tidak berhenti di satu wilayah saja. Pihaknya akan terus mendorong pelaksanaan kegiatan serupa di seluruh RW yang berada di Kelurahan Kalibaru.

“Ini merupakan bagian dari keberlanjutan Program Kampung Siaga TBC. Kami akan mengupayakan kegiatan skrining seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau seluruh RW di Kelurahan Kalibaru,” ujar dr. Muvinda.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam upaya penanggulangan TB. Warga diharapkan tidak ragu untuk memeriksakan diri, khususnya apabila memiliki kontak erat dengan pasien TB atau mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.

“Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula dapat ditindaklanjuti. Dengan begitu, pengobatan bisa segera diberikan dan risiko penularan kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar dapat ditekan,” tambahnya.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat serta bebas dari penularan TB. Program Kampung Siaga TBC di Kalibaru pun menjadi salah satu upaya untuk membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan dan pengendalian TB bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.

Tags
#Suku Dinas Kesehatan
Bagikan Berita