JAKARTA, 20 September 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Safari Integritas Ragunan – On-Ground Activation Pariwara Antikorupsi Tahun 2026 di Taman Margasatwa Ragunan, Minggu (20/9). Mengusung tema “Jujur Itu Petualangan, Integritas Itu Kebiasaan!”, kegiatan ini mengajak masyarakat belajar nilai-nilai integritas melalui permainan, tantangan, simulasi, serta berbagai aktivitas edukatif yang dikemas secara rekreatif.
Kegiatan yang digagas oleh Inspektorat Provinsi DKI Jakarta tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Berdasarkan laporan pelaksanaan, sekitar 1.900 orang melakukan pendaftaran, sementara 500 peserta mengikuti secara aktif rangkaian edukasi pada lima Pos Safari Integritas. Pada hari yang sama, Taman Margasatwa Ragunan juga mencatat jumlah kunjungan sebanyak 34.848 orang, sehingga pelaksanaan di ruang publik ini membuka peluang penyebarluasan pesan antikorupsi kepada masyarakat yang lebih luas.

Safari Integritas turut dihadiri Inspektur Provinsi DKI Jakarta Dhany Sukma, Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta drh. Endah Rumiyati, M.Si.M., Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Kunto Ariawan, serta Cyril Raoul Hakim (Chico Hakim), Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta. Kegiatan juga melibatkan jajaran Inspektorat Provinsi DKI Jakarta, Dharma Wanita, pengelola Taman Margasatwa Ragunan, unsur masyarakat, termasuk komunitas Masyarakat Anti Pungli Indonesia (MAPI).
Pemilihan Taman Margasatwa Ragunan sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Menurut Dhany Sukma, Ragunan merupakan salah satu unit kerja di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang telah memperoleh predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sekaligus Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Ini merupakan sebuah upaya menumbuhkan sekaligus juga menjadi tameng bagi kita semua untuk melakukan pencegahan terhadap fraud,” ujar Dhany. Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini melalui pengenalan sembilan nilai integritas, yakni jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, kerja keras, dan adil.
Belajar Integritas Sambil Bermain
Berbeda dari sosialisasi antikorupsi yang umumnya dilakukan melalui penyampaian materi, Safari Integritas mengajak peserta menjadi “Penjelajah Integritas”. Setiap peserta mendapatkan Paspor Integritas yang digunakan untuk mengikuti misi dari satu pos ke pos berikutnya.
Perjalanan dimulai dari Pos 1 – Gerbang Jujur. Di pos ini peserta diperkenalkan pada nilai dasar kejujuran sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme perjalanan Safari Integritas. Setelah menyelesaikan aktivitas, peserta memperoleh stempel sebagai tanda telah menuntaskan misi.

Keseruan berlanjut di Pos 2 – Jejak Pilihan. Peserta diajak memahami isu gratifikasi melalui permainan ular tangga bertema gratifikasi. Setiap langkah permainan membawa peserta pada pertanyaan dan situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti pemberian hadiah kepada guru, parsel kepada pejabat, uang terima kasih, pemberian dari vendor, hingga penggunaan uang kantor. Peserta harus menentukan jawaban dan berani memberikan pendapat sebelum melanjutkan perjalanan.

Di Pos 3 – Fakta dan Dampak, peserta diajak melihat bahwa korupsi bukan sekadar persoalan angka. Dengan permainan dart serta tantangan mitos atau fakta, peserta menguji pengetahuan mengenai gratifikasi, suap, kolusi, nepotisme, manipulasi, mark-up, dan berbagai perilaku koruptif. Pesan yang dibangun sederhana namun kuat: “Korupsi Bukan Sekadar Angka, Ada Hak Masyarakat yang Hilang.”

Keseruan semakin terasa di Pos 4 – Berani Memilih, Lakukan yang Benar. Melalui permainan “Pancing Pilihanmu”, peserta dihadapkan pada berbagai situasi yang berkaitan dengan suap dan diminta menentukan pilihan. Warna merah dan hijau digunakan sebagai penanda pilihan perilaku, kemudian fasilitator mengajak peserta berdiskusi mengenai alasan di balik setiap keputusan.

Bukan sekadar menjawab benar atau salah, peserta diajak memahami bahwa integritas membutuhkan keberanian untuk mengatakan tidak terhadap pemberian, fasilitas, atau keuntungan yang dapat memengaruhi suatu keputusan. Pesan yang ditekankan adalah “Berani Menolak Suap, Berani Memilih yang Benar.”
Setelah melewati empat pos, peserta memasuki Pos 5 – Komitmen Kami. Di sinilah perjalanan ditutup dengan refleksi. Peserta menuliskan komitmen sederhana yang akan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, menyelesaikan Paspor Integritas, mendapatkan stempel terakhir, dan memperoleh nomor undian sebelum melanjutkan aktivitas ke Bus Antikorupsi.

Ada Bus Antikorupsi hingga Palang Pintu
Tidak hanya permainan di lima pos, Safari Integritas juga menghadirkan Bus Antikorupsi sebagai bagian dari pengalaman edukasi peserta. Di dalam bus, peserta kembali mendapatkan penguatan mengenai antikorupsi sekaligus mengenal berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membangun budaya integritas.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan hiburan dari Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, berupa stand-up comedy bertema antikorupsi dan palang pintu yang mengangkat pesan integritas. Perpaduan edukasi, humor, permainan, dan budaya Betawi membuat kampanye antikorupsi terasa lebih dekat dan tidak kaku bagi masyarakat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pesan Kunto Ariawan, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, bahwa pemberantasan korupsi dilakukan melalui pendekatan pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Menurutnya, sistem yang baik perlu berjalan beriringan dengan orang-orang yang memiliki integritas. Karena itu, pendidikan antikorupsi juga perlu dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Cyril Raoul Hakim mengingatkan bahwa integritas tidak hanya berkaitan dengan persoalan pemerintahan, tetapi juga tercermin dari perilaku masyarakat dalam menggunakan dan menjaga ruang publik. Kesadaran untuk tidak melakukan kecurangan, menjaga fasilitas umum, dan menaati aturan menjadi bagian dari budaya integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Ragunan untuk Jakarta yang Berintegritas
Melalui Safari Integritas, Pemprov DKI Jakarta dan KPK berupaya memperluas pendidikan antikorupsi dengan pendekatan yang partisipatif dan berbasis pengalaman. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga diajak bermain, memilih, berdiskusi, berefleksi, dan membuat komitmen.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara Inspektorat Provinsi DKI Jakarta, KPK, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Dinas Kebudayaan, unsur masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun budaya antikorupsi.
Melalui ruang publik seperti Taman Margasatwa Ragunan, pesan antikorupsi diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan menumbuhkan kesadaran bahwa integritas merupakan tanggung jawab bersama.
Jujur bukan sekadar kata. Integritas bukan sekadar aturan. Keduanya perlu dipilih, dilakukan, dan dibiasakan setiap hari.
#BeraniJujurBeraniLapor #SafariIntegritas #JakartaBerintegritas #PemprovDKI #PariwaraAntikorupsi
