(62-21) 4303111

BERITA

Pilah Sampah Rumah Tangga Jadi Gerakan Masyarakat di Jakarta Utara

  • Beranda
  • Berita
  • Pilah Sampah Rumah Tangga Jadi Gerakan Masyarakat di Jakarta Utara

Pilah Sampah Rumah Tangga Jadi Gerakan Masyarakat di Jakarta Utara

KOMINFOTIK JU - Pilah Sampah Rumah Tangga menjadi suatu gerakan masyarakat di Jakarta Utara. Barang yang sudah tidak terpakai dipilah dan dikumpulkan melalui bank sampah untuk mendapatkan pundi-pundi ekonomi.

Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim menyerukan pentingnya memilah sampah rumah tangga. Pilah sampah itu pun menjadi suatu gerakan masyarakat melalui kesadaran yang tinggi sesuai dengan istilah SAMTAMA, yakni Sampah Tanggung Jawab Bersama.

"Tadi kita mengunjungi RT 05/05 Kelurahan Rawa Badak Selatan (RBS), Koja, Alhamdulillah warga sudah mulai memilah sampah dari rumah," kata Ali Maulana Hakim saat ditemui di Balai Warga RW 05 Kelurahan RBS, Koja, Jakarta Utara, Selasa (18/1).

Selain mendapatkan pundi-pundi keuangan, pilah sampah bernilai ekonomis juga sebagai upaya merawat dan menjaga lingkungan.

Pengurangan residu dari barang yang tak lagi terpakai mencegah terjadinya pencemaran yang dapat merusak lingkungan di masa mendatang.

"Kalau sampah itu kita katakan sampah kita buang begitu saja, tidak ada manfaat dan kita tidak mau mengurusnya lagi. Tapi ternyata barang yang sudah tidak kita pakai ini masih ada bernilai ekonomis bagi orang lain. Oleh karena itu mari kita pilah barang yang sudah tidak kita pakai ini, jangan langsung dibuang. Supaya nilai ekonomisnya tidak berkurang segera dipilah dan serahkan ke bank sampah," ajaknya.

Pimpinan Pilah Sampah Rumah Tangga (PSR) RT 05/05 Kelurahan RBS, Hadijah Rumalutur mengatakan PSR yang dibentuk sejak 2013 mampu mengumpulkan lebih dari lima juta rupiah setiap tahunnya. 

Bukan hanya diperuntukan sebagai operasional PSR, hasil pilah sampah justru disedekahkan bagi yatim piatu, dhuafa, dan janda di lingkungannya.

"Di sini ada lebih dari lima puluh rumah yang setiap hari memilah sampah. Sampah itu dikumpulkan ke PSR dan nanti kami pilah lagi untuk diserahkan ke bank sampah. Hasilnya sekitar lima juta rupiah pertahun dan kami sumbangkan ke yatim piatu, dhuafa, dan janda setiap bulan Ramadhan," tutupnya.