(62-21) 4303111

BERITA

Pengembangan Budidaya Ikan Cupang Menjadi Sumber Penghasilan Baru di Masa Pandemi COVID-19

  • Beranda
  • Berita
  • Pengembangan Budidaya Ikan Cupang Menjadi Sumber Penghasilan Baru di Masa Pandemi COVID-19

Pengembangan Budidaya Ikan Cupang Menjadi Sumber Penghasilan Baru di Masa Pandemi COVID-19

KOMINFOTIK JU - Plt. Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Suroto membuka acara talkshow bertajuk ikan cupang Jakarta Utara go internasional yang digagas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Kota Administrasi Jakarta Utara secara virtual, Kamis (10/6). 

"Pandemi COVID-19 memicu dilakukannya terobosan baru yang salah satunya adalah mengembangkan budidaya ikan hias cupang. Dengan munculnya hobi baru di tengah masyarakat bisa menjadi solusi pemulihan ekonomi di era new normal. Apalagi kalau ikan cupang ini sudah mengikuti berbagai kontes maka dipastikan nilai jualnya akan tinggi," ungkap Suroto saat ditemui di Kantor Wali Kota Administasi Jakarta Utara. 

Menurutnya, dengan adanya acara talkshow ikan cupang dapat menambah popularitas ikan hias dan sebagai ajang silaturahmi virtual bagi penghobi ikan cupang. "Bentuk ikannya yang cantik dan warna yang indah menjadi daya tarik tersendiri sehingga diminati masyarakat dari beragam usia," tuturnya. 

Ia berharap pengembangan kewirausahaan berbasis budidaya ikan hias dapat terus ditingkatkan sehingga melahirkan wirausaha perikanan baru yang mampu bersaing secara domestik dan bisa go internasional. "Semoga kegiatan talkshow ini dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi kelangsungan masyarakat serta pelaku usaha dapat berkontribusi bagi perekonomian di wilayah Jakarta Utara," pesan Suroto. 

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Kota Administrasi Jakarta Utara, Unang Rustanto menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara ada 25 kelompok pembudidaya ikan cupang di wilayah Jakarta Utara. Bahkan ada warga Jakarta Utara yang menjadi eksportir ikan cupang ke-33 negara dan menjadi suatu aset yang sangat dibutuhkan dalam rangka pembinaan pembudidaya ikan cupang yang sifatnya ingin go internasional. 

"Pemeliharaan ikan cupang tidak memerlukan lahan luas, bisa dilakukan di rumah dan proses jual belinya juga melalui internet sehingga tidak berpotensi terjadinya kerumunan. Ini adalah hal positif bagi kita untuk dikembangkan dan pembudidaya sangat menyambut baik kegiatan ini yang menjadi tonggak dan tolak ukur yang berkesinambungan," pungkasnya. 

Sedangkan dalam talkshow tersebut juga melibatkan sejumlah narasumber yang akan membagikan pengalamannya dalam pengelolaan budidaya ikan hias diantaranya, Direktur PT Akuatik Flona Nusantara Kreasi, Joty Atmadjaja, Ketua Imperial Bella Farm Kecamatan Cilincing, Jimi Candra, Pengendali Hama dan Penyakit Ikan BKIPM-KKP, Sari Edi.