Tugu Selatan - Budidaya maggot di Kelurahan Tugu Selatan terus digencarkan. Saat ini, masih dalam proses pengumpulan telur lalat Black Soldier Fly (BSF). Petugas PPSU Kelurahan Tugu Selatan turun langsung untuk menangani berbagai tahapan pengembangan budidaya maggot.
Keberhasilan pengelolaan sampah di Kantor Kelurahan Tugu Selatan tidak lepas dari peran aktif petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Tugu Selatan. Para petugas ini tidak hanya menjaga kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga dilatih menjadi motor penggerak teknis dalam operasional rumah budidaya maggot mulai dari pemilahan sampah organik pasca-pengangkutan hingga manajemen siklus hidup lalat BSF.
Proses awal pembesaran maggot dimulai dari ketelitian memanen telur. Seperti yang terlihat pada aktivitas petugas di lapangan, bilah-bilah kayu tipis sengaja disusun sebagai tempat favorit bagi lalat BSF betina untuk meletakkan telur-telurnya secara aman. Setelah beberapa hari, petugas secara berkala mengerik klaster telur berwarna krem kekuningan ini menggunakan alat khusus ke wadah penetasan. Satu gram telur BSF nantinya dapat menetas menjadi puluhan ribu larva (maggot) yang siap mengurai sampah dapur secara masif.
Setelah telur menetas, larva muda maggot langsung dipindahkan ke media pakan berupa sampah organik rumah tangga yang telah dihancurkan. Melalui dedikasi PPSU dan kemandirian warga, sistem ini terus dikembangkan agar mampu mencapai target pengelolaan kapasitas volume sampah organik yang tinggi. Sisa penguraian atau kasgot (bekas maggot) langsung dikemas untuk dijadikan pupuk organik tanaman pembibitan kelurahan maupun kebutuhan urban
