Tugu Selatan - Ruang hijau semakin sulit ditemukan. Lahan tanah lapang telah berganti menjadi semen dan aspal. Namun, kondisi ini tidak memadamkan kreativitas warga RW 06 Kelurahan Tugu Selatan. Lahirlah sebuah gerakan yang dikenal sebagai urban farming atau pertanian perkotaan.
Pemanfaatan lahan kosong maupun lahan yang tersedia untuk kegiatan pertanian perkotaan diharapkan dapat terus dikembangkan. Selain menghasilkan bahan pangan, keberadaan kebun di lingkungan permukiman juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih hijau, produktif, dan memberikan manfaat sosial bagi warga sekitar. Kegiatan ini juga mencerminkan kolaborasi antara pemerintah kelurahan, pengurus RW, masyarakat, dan petugas PPSU dalam menjaga serta mengembangkan potensi lingkungan. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang mandiri, produktif, dan memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan.
Melalui kegiatan monitoring ini, Kelurahan Tugu Selatan terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lahan yang ada secara positif dan berkelanjutan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan dikembangkan dengan berbagai jenis tanaman pangan lainnya, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah perkotaan. Lebih dari sekadar menghasilkan jagung untuk kebutuhan harian, urban farming membawa dampak yang lebih besar. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, lahan sempit bukan lagi hambatan, melainkan permulaan dari kemandirian pangan.
