Umum
Kelurahan Pademangan Timur
27 Oktober 2026 8

APEL PAGI PPSU DAN KERJA BAKTI PERSIAPAN ADIPURA 2026

Kelurahan Pademangan Timur

Penulis

Jakarta Utara - Dalam rangka memperkuat kesiapan wilayah menghadapi pemantauan Adipura Tahun 2026, Kelurahan Pademangan Timur melaksanakan apel pagi Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang dirangkaikan dengan kegiatan kerja bakti serta peninjauan langsung sejumlah titik pantau Adipura, dengan titik awal kegiatan di halaman Kantor Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Kota Administrasi Jakarta Utara.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan koordinasi aparatur dan petugas lapangan dalam mendukung kebersihan, ketertiban, serta penataan lingkungan. Melalui apel pagi dan kegiatan lapangan, perhatian diarahkan pada kesiapan sejumlah lokasi yang menjadi titik pantau Adipura, yakni wilayah RW 04 Kelurahan Pademangan Timur, SMP Negeri 23 Jakarta, SD Negeri 03, serta kawasan Jalan Raya Benyamin Sueb.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekbang) Kelurahan Pademangan Timur, Rina Wahyuni; Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra), Harti Sulastri; staf Yusnia; pegawai PPPK (P3K) paruh waktu; petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP); serta unsur kewilayahan, khususnya RW 04 Kelurahan Pademangan Timur.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya kerja sama antara aparatur pemerintahan, petugas operasional, dan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan. Persiapan Adipura membutuhkan perhatian yang terkoordinasi karena kebersihan dan pengelolaan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan satu lokasi, tetapi juga mencakup kawasan permukiman, fasilitas pendidikan, dan ruang publik.

Apel pagi PPSU menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan kerja sebelum pelaksanaan kegiatan lapangan. Sebagai petugas yang menjalankan fungsi penanganan prasarana dan sarana umum, PPSU memiliki peran dalam mendukung kebersihan serta pemeliharaan kondisi lingkungan sesuai ruang lingkup tugasnya.

Dalam konteks persiapan Adipura, koordinasi awal diperlukan agar pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan secara terarah. Setiap unsur yang terlibat perlu memahami lokasi yang menjadi perhatian, kondisi lingkungan yang perlu ditinjau, serta pentingnya menjaga keselamatan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Adipura merupakan instrumen penilaian kinerja pengelolaan lingkungan perkotaan yang menempatkan kebersihan, pengelolaan sampah, dan kualitas lingkungan sebagai aspek penting. Oleh karena itu, persiapan menghadapi pemantauan Adipura tidak semata-mata berorientasi pada penampilan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan upaya membangun pengelolaan kebersihan yang berkelanjutan.

Kegiatan kerja bakti yang dirangkaikan dengan apel pagi mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan. Kebersihan kawasan permukiman, fasilitas umum, dan ruang publik memerlukan keterlibatan bersama, baik melalui penanganan langsung oleh petugas maupun dukungan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan sehari-hari.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah RW 04 Kelurahan Pademangan Timur. Sebagai kawasan permukiman, RW 04 memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan pengelolaan lingkungan di tingkat RT/RW.

Peninjauan kawasan permukiman menjadi penting untuk mendukung pemahaman terhadap kondisi kebersihan, keteraturan lingkungan, serta kebutuhan koordinasi antara petugas dan pengurus wilayah. Keberadaan unsur kewilayahan RW 04 dalam kegiatan ini turut memperkuat hubungan kerja antara pemerintah kelurahan dan masyarakat setempat.

Lingkungan permukiman yang bersih membutuhkan kebiasaan yang dijalankan secara konsisten. Penanganan sampah, pemeliharaan saluran dan ruang lingkungan sesuai kewenangan, serta kepedulian warga terhadap kebersihan kawasan merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas tempat tinggal.

Selain kawasan permukiman, kegiatan peninjauan juga diarahkan ke SMP Negeri 23 Jakarta dan SD Negeri 03 sebagai lokasi pendidikan yang termasuk dalam titik pantau yang disebutkan dalam kegiatan.

Keberadaan sekolah sebagai titik perhatian lingkungan menunjukkan pentingnya fasilitas pendidikan dalam membangun budaya kebersihan. Sekolah bukan hanya tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga ruang pembentukan kebiasaan positif bagi peserta didik, termasuk kepedulian terhadap kebersihan dan pemeliharaan lingkungan.

Lingkungan sekolah yang terawat dapat mendukung kenyamanan kegiatan belajar mengajar. Pengelolaan sampah, kebersihan halaman, dan pemeliharaan fasilitas menjadi aspek yang relevan dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.

Dalam konteks persiapan Adipura, perhatian terhadap kawasan sekolah juga mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk pengelola fasilitas, petugas kebersihan, warga sekolah, serta unsur pemerintah sesuai kewenangannya.

Titik pantau berikutnya adalah Jalan Raya Benyamin Sueb, salah satu ruas jalan utama di kawasan Kecamatan Pademangan. Sebagai koridor aktivitas dan mobilitas masyarakat, kawasan jalan raya memiliki karakteristik lingkungan yang berbeda dibandingkan kawasan permukiman maupun fasilitas pendidikan.

Perhatian terhadap kebersihan koridor jalan menjadi penting karena ruang publik tersebut digunakan oleh banyak pihak. Kondisi kebersihan, pengelolaan sampah, serta pemeliharaan area di sekitar jalan merupakan bagian dari aspek lingkungan perkotaan yang membutuhkan koordinasi lintas fungsi.

Peninjauan langsung terhadap Jalan Raya Benyamin Sueb menjadi bagian dari upaya melihat kesiapan kawasan yang masuk dalam rangkaian titik pantau Adipura. Kehadiran petugas dan aparatur di lapangan juga mendukung pemahaman mengenai karakteristik lokasi yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan tugas.

Dalam kegiatan ini, peran Rina Wahyuni selaku Kasi Ekbang berkaitan dengan koordinasi bidang ekonomi dan pembangunan di tingkat kelurahan, termasuk aspek kewilayahan sesuai tugas dan kewenangannya. Sementara itu, kehadiran Ibu Harti Sulastri selaku Kasi Kesra memperlihatkan dukungan unsur kesejahteraan rakyat dalam kegiatan bersama yang berkaitan dengan kualitas lingkungan masyarakat.

Keterlibatan Yusnia, pegawai PPPK paruh waktu, serta PJLP turut memperkuat dukungan pelaksanaan kegiatan di lingkungan kelurahan. Kerja sama antarunsur aparatur dan petugas lapangan diperlukan agar koordinasi kegiatan dapat berlangsung secara tertib dan saling mendukung.

Peninjauan langsung ke sejumlah titik pantau merupakan pendekatan yang penting dalam kegiatan kewilayahan. Dengan melihat lokasi secara langsung, aparatur dan petugas dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi lapangan sebagai bahan koordinasi dan perhatian dalam pelaksanaan tugas selanjutnya.

Pendekatan tersebut juga menegaskan pentingnya kesesuaian antara perencanaan kegiatan dan kondisi nyata di lingkungan. Setiap lokasi memiliki kebutuhan serta karakteristik yang berbeda, sehingga penanganan kebersihan dan pemeliharaan lingkungan perlu memperhatikan situasi setempat.

Persiapan Adipura Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang responsif terhadap kebutuhan lingkungan. Kegiatan apel pagi, kerja bakti, dan peninjauan lapangan memiliki keterkaitan dalam membangun kesiapan aparatur sekaligus meningkatkan perhatian terhadap kualitas kawasan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan lingkungan melalui kehadiran langsung aparatur dan petugas di lapangan, dengan dukungan unsur kewilayahan yang memiliki kedekatan terhadap kondisi masyarakat.(Rdn)

Tags
#Pademangan
Bagikan Berita