Umum
Kelurahan Pademangan Timur
26 Oktober 2026 5

SOSIALISASI DAN ORIENTASI DASAWISMA TAHUN 2026 DI PADEMANGAN TIMUR: PERKUAT KAPASITAS KADER DAN SINERGI PENDATAAN KELUARGA

Kelurahan Pademangan Timur

Penulis

JAKARTA UTARA — Dalam rangka meningkatkan pemahaman, kapasitas, serta koordinasi kader dalam mendukung kegiatan pemberdayaan keluarga, Kelurahan Pademangan Timur melaksanakan Sosialisasi dan Orientasi Dasawisma Tahun 2026 pada 20 Oktober 2026, bertempat di Aula RPTRA Patimura, Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Kota Administrasi Jakarta Utara.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan peran Dasawisma sebagai salah satu unsur penting dalam gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), khususnya dalam mendukung pendataan keluarga, pemahaman kondisi masyarakat, serta koordinasi kegiatan pemberdayaan di tingkat lingkungan.

Sosialisasi dan orientasi ini turut dihadiri oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Pademangan Timur, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kelurahan Pademangan Timur, unsur Dinas Sosial di wilayah Kelurahan Pademangan Timur, para Ketua RW dan Ketua RT se-Kelurahan Pademangan Timur, narasumber dari Kecamatan Pademangan atau Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) Jakarta Utara, serta para kader Dasawisma.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama antara pemerintah, lembaga kemasyarakatan, dan kader dalam membangun sistem informasi keluarga yang tertib serta mendukung pelaksanaan program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Dasawisma merupakan kelompok dalam gerakan PKK yang pada prinsipnya terdiri atas sejumlah rumah tangga di lingkungan yang berdekatan. Melalui kedekatan kader dengan masyarakat, Dasawisma memiliki peran dalam membantu mengenali kondisi keluarga, mendukung kegiatan PKK, serta menyampaikan informasi yang relevan dengan kebutuhan lingkungan.

Keberadaan kader Dasawisma menjadi penting karena keluarga merupakan unit terkecil dalam kehidupan bermasyarakat. Informasi mengenai kondisi keluarga dapat membantu memberikan gambaran tentang kebutuhan warga, baik yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan sosial, maupun kegiatan pemberdayaan.

Dalam konteks tersebut, kegiatan sosialisasi dan orientasi memiliki fungsi untuk memperkuat pemahaman mengenai peran serta tanggung jawab kader. Pembekalan yang berkesinambungan diperlukan agar kegiatan pendataan dan komunikasi dengan masyarakat dapat dilakukan secara lebih tertib, konsisten, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pendataan keluarga merupakan salah satu aspek yang berkaitan erat dengan kegiatan Dasawisma. Data yang dihimpun secara tepat dan diperbarui secara berkala dapat menjadi bahan pendukung dalam memahami kondisi masyarakat di tingkat RT dan RW.

Namun, pendataan yang baik tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan informasi. Ketelitian, kejelasan tujuan penggunaan data, serta penghormatan terhadap kerahasiaan informasi pribadi warga juga menjadi prinsip penting yang perlu diperhatikan oleh setiap pihak yang terlibat.

Melalui kegiatan orientasi, kader diharapkan semakin memahami pentingnya komunikasi yang baik saat berinteraksi dengan keluarga. Pendekatan yang santun, terbuka, dan menghormati kondisi warga dapat membantu membangun kepercayaan antara kader dan masyarakat.

Selain aspek pendataan, peran Dasawisma juga memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan program-program PKK. Informasi mengenai kondisi keluarga dapat membantu kader memahami kebutuhan pembinaan serta mendorong partisipasi warga dalam berbagai kegiatan yang mendukung kesejahteraan keluarga.

Kehadiran Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Pademangan Timur menunjukkan keterkaitan kegiatan dengan koordinasi bidang kesejahteraan masyarakat. Unsur Kesra memiliki peran dalam mendukung kegiatan kewilayahan yang berhubungan dengan kebutuhan sosial dan pemberdayaan warga sesuai tugas serta kewenangannya.

Sementara itu, keterlibatan PKB Kelurahan Pademangan Timur memperkuat hubungan antara kegiatan pemberdayaan keluarga dan edukasi mengenai pembangunan keluarga. Dalam pelaksanaan tugasnya, penyuluh keluarga berencana memiliki keterkaitan dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai keluarga berkualitas, pengasuhan, serta program pembangunan keluarga.

Partisipasi unsur Dinas Sosial juga memiliki relevansi dengan kebutuhan informasi sosial masyarakat. Koordinasi antarlembaga dapat membantu memperkuat pemahaman terhadap kondisi warga, dengan tetap memperhatikan kewenangan masing-masing instansi dan mekanisme resmi dalam pengelolaan data.

Kehadiran para Ketua RW dan Ketua RT se-Kelurahan Pademangan Timur menjadi bagian penting dari penguatan koordinasi di tingkat lingkungan. Sebagai pengurus wilayah yang berhubungan langsung dengan masyarakat, RT dan RW memiliki peran dalam mendukung komunikasi, penyampaian informasi, serta kelancaran kegiatan kemasyarakatan.

Dalam pelaksanaan kegiatan Dasawisma, koordinasi antara kader dan pengurus lingkungan diperlukan agar proses komunikasi dengan warga dapat berjalan dengan baik. Hubungan kerja yang harmonis membantu mengurangi kesalahpahaman dan mendukung pelaksanaan kegiatan secara lebih terarah.

Sementara itu, kehadiran narasumber dari Kecamatan Pademangan atau Sudin PPAPP Jakarta Utara memberikan dukungan terhadap penyampaian informasi dan penguatan pemahaman kader. Kegiatan orientasi menjadi ruang pembelajaran untuk memperjelas fungsi Dasawisma dalam mendukung program pemberdayaan keluarga di wilayah.

Penguatan kapasitas kader juga berkaitan dengan kemampuan memahami perubahan kondisi masyarakat. Kebutuhan keluarga dapat berkembang seiring perubahan jumlah anggota keluarga, kondisi sosial ekonomi, serta kebutuhan pelayanan. Oleh sebab itu, komunikasi dan pembaruan informasi menjadi bagian penting dari pelaksanaan kegiatan berbasis keluarga.

Di lingkungan perkotaan seperti Pademangan Timur, keberagaman kondisi masyarakat memerlukan pendekatan yang memperhatikan karakteristik setiap wilayah. Kader Dasawisma yang memahami lingkungan kerjanya dapat berperan sebagai penghubung informasi antara keluarga, pengurus RT/RW, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan sosialisasi dan orientasi di Aula RPTRA Patimura juga menunjukkan pemanfaatan fasilitas publik sebagai ruang peningkatan kapasitas kader. RPTRA menjadi tempat yang mendukung pertemuan, edukasi, dan koordinasi berbagai unsur masyarakat.

Lebih jauh, kegiatan ini memperlihatkan bahwa pemberdayaan keluarga membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah kelurahan, kecamatan, unsur perangkat daerah, pengurus lingkungan, serta kader memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam mendukung program berbasis kebutuhan masyarakat.

Sosialisasi dan Orientasi Dasawisma Tahun 2026 berlangsung dengan lancar dan kondusif. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan koordinasi kader dalam menjalankan perannya di lingkungan masyarakat.

Melalui pelaksanaan kegiatan tersebut, diharapkan kader Dasawisma semakin siap menjalankan tugas pendataan dan pemberdayaan keluarga dengan mengedepankan ketelitian, tanggung jawab, komunikasi yang baik, serta kepedulian terhadap kebutuhan warga.(Rdn)

Tags
#Pademangan
Bagikan Berita