Kelapa
Gading Timur, 22 Juli 2026 – Kelurahan Kelapa Gading Timur melaksanakan
kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Gerakan Pilah Sampah (GPS) di wilayah RW
013 pada Rabu pagi (22/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya
berkelanjutan dalam memastikan pelaksanaan pemilahan sampah dari sumber
berjalan secara optimal di lingkungan masyarakat.
Monitoring
dan evaluasi dihadiri oleh Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekbang)
Kelurahan Kelapa Gading Timur, Pendamping Gerakan Pilah Sampah (GPS) Suku Dinas
Lingkungan Hidup Kecamatan Kelapa Gading, serta Pengurus RW 013.
Dalam
kegiatan tersebut, tim melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan
pemilahan sampah di lingkungan RW 013, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana
pendukung, mekanisme pengumpulan sampah terpilah, hingga keterlibatan warga
dalam menjalankan kebiasaan memilah sampah dari rumah. Selain itu, dilakukan
pula diskusi bersama pengurus wilayah untuk mengidentifikasi kendala yang
dihadapi serta merumuskan langkah-langkah perbaikan guna meningkatkan
efektivitas pelaksanaan program.
Kasi
Ekbang Kelurahan Kelapa Gading Timur menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan
evaluasi merupakan bagian penting dalam memastikan implementasi Gerakan Pilah
Sampah berjalan sesuai ketentuan serta mampu membangun budaya pengelolaan
sampah yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Pendamping
Gerakan Pilah Sampah dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Kelapa Gading
turut memberikan masukan teknis terkait pengelolaan sampah dari sumber,
sekaligus mendorong penguatan koordinasi antara pengurus wilayah dan warga agar
pelaksanaan pemilahan sampah dapat dilakukan secara konsisten.
Pengurus
RW 013 menyambut baik pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut sebagai
sarana untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di lingkungan serta
memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung program kebersihan dan
pelestarian lingkungan.
Melalui
kegiatan ini, Kelurahan Kelapa Gading Timur berharap Gerakan Pilah Sampah dapat
terus diimplementasikan secara berkelanjutan di seluruh wilayah, sehingga mampu
mengurangi timbulan sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir sekaligus
mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.