Kelapa Gading - Gereja Santo Andreas Kim Tae Gon yang berlokasi di wilayah Kecamatan Kelapa Gading menjadi saksi pelaksanaan kegiatan panen raya dan panen melon yang berlangsung dengan penuh antusiasme. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah konkret dalam mendukung pengembangan pertanian perkotaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. Melalui inisiatif ini, lahan yang tersedia di lingkungan rumah ibadah berhasil dioptimalkan menjadi area produktif yang mampu menghasilkan komoditas pertanian berkualitas.
Pelaksanaan panen raya ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan yang menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat. Camat Kelapa Gading, DTM. Rahmat Syahputra hadir secara langsung untuk memimpin prosesi panen, didampingi oleh Sekretaris Kelurahan Kelapa Gading Timur., Isra Adhikusuma Turut hadir dalam kesempatan tersebut Lurah Pegangsaan Dua, Sarmudi, Romo Kepala Gereja Santo Andreas Kim Tae Gon, perwakilan dari Yayasan Indonesia Emas, serta Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP). Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor yang menjadi kunci keberhasilan dalam menggerakkan program pertanian perkotaan di wilayah tersebut.
Pemanfaatan lahan di lingkungan Gereja Santo Andreas Kim Tae Gon ini merupakan wujud nyata dari strategi pertanian perkotaan yang berkelanjutan. Di tengah keterbatasan lahan di wilayah urban seperti Kelapa Gading, optimalisasi ruang terbuka untuk budidaya tanaman pangan menjadi solusi strategis. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada hasil panen berupa melon dan komoditas lainnya, tetapi juga menekankan pentingnya edukasi bagi warga sekitar mengenai kemandirian pangan. Dengan mengolah lahan yang ada, masyarakat diajak untuk lebih produktif dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari secara mandiri dan sehat.
Dalam sambutannya, para pihak yang hadir menekankan bahwa keberhasilan panen ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi lingkungan lain untuk melakukan hal serupa. Pertanian perkotaan bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk menciptakan ketahanan pangan yang tangguh di tingkat tapak. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah melalui Sudin KPKP hingga keterlibatan aktif pengelola rumah ibadah, membuktikan bahwa isu ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama yang dapat diwujudkan melalui kerja sama lintas sektor.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan lahan secara optimal. Selain memberikan dampak positif bagi ketersediaan pangan keluarga, pertanian perkotaan juga berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang lebih hijau, asri, dan produktif. Ke depan, model kolaborasi antara pemerintah dan pengelola rumah ibadah ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi di lokasi-lokasi lain guna memperluas jangkauan program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Kelapa Gading. Keberlanjutan program ini menjadi fokus utama agar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dapat terus terjaga dalam jangka panjang, sekaligus memperkuat fondasi kemandirian pangan di kawasan perkotaan yang semakin dinamis.
