Penjaringan - Aparat kelurahan bersama petugas prasarana dan sarana umum tingkat kecamatan menggelar operasi penertiban populasi ikan sapu-sapu di kawasan perairan Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Kegiatan yang berlangsung di sepanjang aliran air kawasan Jalan Pantai Indah Kapuk Selatan, RW 06, Kelurahan Kapuk Muara ini dilakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan lokal serta menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dominasi ikan invasif tersebut.
Operasi yang dilaksanakan pada hari ini berhasil mengumpulkan total 15 kilogram ikan sapu-sapu. Ikan-ikan tersebut ditangkap menggunakan alat tangkap jaring manual yang dioperasikan oleh petugas di titik-titik yang menjadi sarang perkembangbiakan. Selama proses penangkapan, petugas menyisir area saluran air guna memastikan populasi ikan yang dikenal memiliki daya tahan tinggi dan mampu merusak struktur tanggul ini dapat dikendalikan jumlahnya.
Ikan sapu-sapu atau yang memiliki nama ilmiah Pterygoplichthys pardalis merupakan jenis ikan invasif yang kerap dianggap merugikan karena kemampuannya dalam menguasai sumber daya makanan di perairan. Selain itu, kebiasaan ikan ini yang sering melubangi tanggul sungai atau saluran air menjadi kekhawatiran tersendiri bagi warga sekitar karena berpotensi menyebabkan kerusakan infrastruktur.
Pihak kelurahan menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di wilayah Kapuk Muara. Langkah preventif ini diharapkan dapat mengurangi populasi ikan sapu-sapu secara bertahap sehingga ekosistem perairan di Kecamatan Penjaringan menjadi lebih sehat dan tidak membahayakan infrastruktur warga.
Setelah berhasil dikumpulkan, seluruh hasil tangkapan ikan sapu-sapu tersebut kemudian diproses sesuai dengan prosedur penanganan limbah biologis. Pemerintah setempat mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memicu semakin suburnya pertumbuhan populasi ikan invasif di lingkungan sekitar. Kegiatan pemantauan di titik-titik rawan akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan efektivitas pengendalian populasi ikan di kawasan tersebut tetap terjaga dengan baik.
