Kapuk Muara - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota Administrasi Jakarta Utara bersama jajaran Pemerintahan Kelurahan Kapuk Muara memantau kegiatan pengendalian populasi ikan invasif sapu-sapu. Aksi pembersihan ini dipusatkan di aliran air sepanjang Jalan SMP 122, tepatnya di area belakang Puskesmas Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan.
Langkah ini diambil menyusul maraknya populasi ikan sapu-sapu yang berpotensi merusak struktur perairan lokal dan mendominasi ekosistem alami perairan sungai atau saluran penghubung (Phb) di wilayah Jakarta. Mengingat sifat ikan sapu-sapu yang invasif dan kerap membuat lubang di tanggul sungai, penertiban massal menjadi krusial untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih masif.Kegiatan yang dihadiri oleh Satpel KPKP Kecamatan Penjaringan, Kasi Ekbang Kelurahan dan Kecamatan, serta diperkuat oleh personel tangguh petugas Penyelamat Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) ini, berjalan dengan kondusif. Menggunakan peralatan jaring dan pengait manual, para petugas menyisir area perairan di belakang fasilitas kesehatan tersebut.
"Pembersihan dan monitoring berkala ini bertujuan untuk memastikan populasi ikan sapu-sapu dapat ditekan dan dikendalikan dengan baik. Kami ingin ekosistem air lokal kembali seimbang sehingga ikan-ikan asli daerah dapat berkembang biak tanpa terganggu," ujar perwakilan tim gabungan di lokasi.Seluruh ikan sapu-sapu yang berhasil dijaring langsung dikumpulkan dan ditangani secara aman sesuai prosedur Dinas KPKP DKI Jakarta agar tidak disalahgunakan atau mencemari lingkungan sekitar. Pihak Kelurahan Kapuk Muara juga mengimbau warga sekitar untuk ikut menjaga kebersihan parit dan melaporkan apabila kembali melihat lonjakan populasi ikan invasif di wilayah pemukiman.
