(62-21) 4303111

BERITA

Jalan RE Martadinata, Genangan Tinggal Kenangan

Jalan RE Martadinata, Genangan Tinggal Kenangan

KOMINFOTIK JU – Genangan air sering kali memutus arus lalu lintas pada salah satu jalur tersibuk di Jakarta Utara, Jalan RE Martadinata. Tak ayal pengendara harus memutar balik kendaraannya apabila enggan direpotkan membersihkan busi kendaraan setelah mesin mati akibat menerobos genangan air tersebut.

Seorang pengendara roda dua, Ferry Satrio (40) meluapkan kekesalan yang saat itu mengalami mati mesin motor setelah menerobos genangan air di Jalan RE Martadinata. Ferry pun terpaksa harus meminta izin telat masuk kantor kepada atasan di tempatnya mencari nafkah.

“Kalau sudah ada genangan air di sana (Jalan RE Martadinata) lebih baik putar balik saja. Kalau mesin motor mati susah lagi menyalakannya, harus bersihkan busi mesinnya dahulu,” ungkap Ferry saat dikonfirmasi, Jumat (17/6).

# Cari Akar Masalah

Kota Administrasi Jakarta Utara tidak diam begitu mendapat keluhan pengendara yang terjebak genangan air di Jalan RE Martadinata. Beragam langkah strategis pun disusun sedemikian rupa dengan langkah awal mencari akan permasalahan.

 “Kami sudah susun langkah-langkah strategis itu. Yang pertama kita cari dahulu akar permasalahannya,” kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Utara, Adrian M Maulana.

Indonesia Water Institute pernah menyatakan hasil riset terjadinya penurunan muka tanah Jalan RE Martadinata setinggi 2,6 sentimeter pada tahun 2010, (sumber : kompas.com). Penurunan muka tanah itu dipicu daya dukung tanah bagian dalam yang kian berkurang 

Pada tahun itu pula, sempat terjadi amblas pada sebagian Jalan RE Martadinata. Kerusakan akan lebih cepat terjadi jika dipicu faktor-faktor lain, seperti gerusan air dan beban berlebihan dari atas apalagi jalan kerap dilalui kendaraan berat dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

“Akar permasalahannya di sana ada penurunan muka tanah. Ada juga karena faktor alam meningkatnya tinggi muka laut karena pemanasan global,” jelasnya.

# Tambal Kebocoran Sheetpile Kali Ancol

Permasalahan lain juga timbul sebabkan genangan air di Jalan RE Martadinata, yakni adanya kebocoran sejumlah titik Sheetpile. Kebocoran itu menambah banyaknya titik celah pembuangan saluran air menuju Kali Ancol dan Laut Jawa.

“Ada kebocoran Sheetpile yang menyebabkan air kembali masuk ke Jalan RE Martadinata sehingga menggenang di sana,” ungkap Adrian M Maulana.

Kebocoran Sheetpile itu langsung ditindaklanjuti melalui Satuan Tugas Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Utara. Dengan estimasi perbaikan sepanjang 50 meter, kebocoran Sheetpile pun ditambal permanen sejak Januari sampai dengan Mei 2022.

“Saat ini sudah tidak ada kebocoran Sheetpile di sana karena sudah kami perbaiki,” paparnya.

Upaya lainnya yakni dengan membuat Pintu Air Kali Longstorage Ancol. Pintu air ini difungsikan saat terjadi genangan baik saat hujan deras maupun naiknya muka air laut (rob).

“Kita sudah buat Pintu Air Kali Longstorage Ancol yang menampung genangan air untuk nantinya dialirkan ke Kali Ancol,” katanya.

# Genangan Tinggal Kenangan

Seorang pengendara sepeda motor, Alan Naira (27) mengapresiasi kinerja cepat Kota Administrasi Jalakarta Utara dalam mengatasi genangan air yang kerap terjadi di Jalan RE Martadinata. Genangan air itu pun kini tinggal kenangan. 

“Motor saya pernah mogok di sana (Jalan RE Martadinata) karena menerobos genangan air. Namun sekarang itu semua menjadi kenangan karena genangan air sudah teratasi,” ungkapnya.

Seorang tokoh masyarakat Kecamatan Pademangan, Surati (48) pun kegirangan genangan air di Jalan RE Martadinata sudah sulit ditemukan. Diharapkan teratasinya genangan air ini dapat semakin memperlancar arus lalu lintas dan semakin meningkatkan perekonomian negara.

“Jalan RE Martadinata ini kan salah satu jalan vital antar pelabuhan di Jakarta Utara. Apabila tidak lagi ada genangan air maka kendaraan besar pengangkut barang (truk trailer) bisa selalu melintas tanpa adanya gangguan,” tutup Surati.