(62-21) 4303111

BERITA

Hewan Kurban Sakit, Cacat, dan Tidak Cukup Umur Tidak Dijual di Jakarta Utara

  • Beranda
  • Berita
  • Hewan Kurban Sakit, Cacat, dan Tidak Cukup Umur Tidak Dijual di Jakarta Utara

Hewan Kurban Sakit, Cacat, dan Tidak Cukup Umur Tidak Dijual di Jakarta Utara

KOMINFOTIK JU - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota Administrasi Jakarta Utara mencatat ribuan hewan kurban telah diawasi selama momentum perayaan Iduladha 1442 Hijriah. 

Pengawasan bukan hanya pada hewan kurban yang sakit atau pun terinfeksi virus melainkan pada hewan kurban yang cacat dan tidak cukup umur.

"Total hewan kurban yang kami awasi hingga Selasa (20/7) kemarin ada 7.029 ekor. Pengawasan dilakukan menyeluruh pada 126 lokasi penampungan di enam kecamatan se-Jakarta Utara," kata Unang Rustanto, Kepala Suku Dinas KPKP Kota Administrasi Jakarta Utara saat dikonfirmasi, Rabu (21/7).

Dari 7.029 ekor hewan kurban yang diawasi, dijelaskannya terdiri dari 2.069 ekor sapi, satu ekor kerbau, 4.534 ekor kambing, dan 425 ekor domba.

Tim merekomendasikan hewan kurban yang sakit, cacat, dan tidak cukup umur tidak dijual karena tidak sesuai dengan syariat Islam dan berbahaya jika dikonsumsi.

"Ada 24 ekor hewan kurban yang kami temukan sakit, dua ekor cacat, dan 16 ekor tidak cukup umur. Semuanya kami rekomendasikan untuk tidak dijual," jelasnya.

Dipastikannya, tim juga mengawasi pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang dilakukan seusai Salat Iduladha kemarin. Pengawasan guna memastikan hewan kurban disembelih sesuai syariat Islam dengan harapan daging kurban yang dibagikan memenuhi kaidah ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Hygienis).

"Kemarin kami juga mengawasi tata cara penyembelihan hewan kurban. Seluruhnya sesuai dengan syariat Islam dan daging yang dibagikan kepada mustahik layak dikonsumsi, serta terpenting menerapkan protokol kesehatan ketat," tutupnya.