Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemkot Jakarta Utara Gencarkan Pencegahan DBD Selama Musim Liburan
JAKARTA — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara memperketat langkah antisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjelang dan selama masa liburan panjang. Langkah mitigasi ini diambil guna memastikan lingkungan pemukiman warga tetap aman dari sarang nyamuk Aedes aegypti, terutama saat banyak rumah dalam kondisi kosong ditinggal bepergian oleh pemiliknya.
Melalui sinergi antara Suku Dinas Kesehatan, aparatur kelurahan, kecamatan, serta kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik), pemantauan lingkungan dan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus kini semakin diintensifkan di berbagai sektor wilayah.
Imbauan "3M Plus" Sebelum Meninggalkan Rumah
Pemerintah daerah mengimbau secara tegas kepada seluruh warga yang berencana melakukan perjalanan liburan untuk memastikan kondisi rumah mereka aman dari potensi genangan air. Kamar mandi, wadah penampungan, vas bunga, hingga tempat minum hewan peliharaan disarankan untuk dikosongkan atau ditutup rapat sebelum rumah ditinggal dalam waktu lama.
Selain itu, warga juga diminta menerapkan aspek "Plus" dalam gerakan 3M, seperti menaburkan bubuk larvasida (abate) pada bak penampungan air yang sulit dikuras dan menggunakan obat nyamuk atau kelambu.
"Kami meminta kerja sama seluruh warga, khususnya yang akan menikmati masa liburan, untuk mengecek kembali rumah masing-masing. Jangan sampai ada genangan air sekecil apa pun yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Mencegah lebih baik daripada mengobati," ungkap juru bicara kedinasan setempat.
Jumantik Tetap Siaga dan Aktif Memonitor
Selama musim liburan berlangsung, para kader Jumantik di tingkat RW dan RT dipastikan tetap siaga melakukan monitoring berkala di area-area publik, fasilitas sosial, serta halaman rumah kosong yang rawan menjadi tempat genangan air hujan.
Upaya pengasapan (fogging) juga akan dilakukan secara selektif dan proporsional berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi di lapangan jika ditemukan adanya indikasi kasus.
Pemerintah berharap, lewat kewaspadaan bersama dan kedisiplinan menjaga kebersihan lingkungan ini, angka kasus DBD di wilayah Jakarta Utara dapat terus ditekan secara optimal sehingga warga dapat menikmati masa liburannya dengan aman, tenang, dan sehat.
Monitoring Ibadah Natal di Gereja Santo Yohanes Bosco Berlangsung Aman dan Kondusif
25 Desember 2025Waspada Cuaca Ekstrem di Ibu Kota: Pemprov DKI Jakarta Siagakan Posko Darurat dan Call Center 24 Jam
25 Desember 2025Keamanan Malam Natal, Unsur Tiga Pilar Pantau Gereja Santo Yohanes Bosco
25 Desember 2025Sosialisasi Kelompok Pendukung Ibu (KP IBU)
Mobil Pelayanan Kesehatan Hewan Keliling


