JAKARTA – Dalam upaya menekan angka penyebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Camat Tanjung Priok, Samsu Rizal Kadafi, memimpin langsung jalannya aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 30 Menit Serentak dan Gerakan Penyuluhan Keluarga Serentak Tahun 2026. Kegiatan berskala besar ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah kelurahan se-Kecamatan Tanjung Priok pada hari ini, Jumat (3/7/2026).Gerakan ini berfokus pada pemeriksaan jentik nyamuk secara masif serta edukasi langsung ke rumah-rumah warga. Sinergi lintas sektor diperkuat dengan melibatkan para Lurah, jajaran aparatur ASN, petugas kesehatan dari Puskesmas, kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik), pengurus RT/RW, hingga petugas TP PKK di setiap wilayah kelurahan.Dalam arahannya di sela-sela peninjauan lapangan, Camat Tanjung Priok Samsu Rizal Kadafi menekankan pentingnya konsistensi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak lengah terhadap potensi genangan air terkecil sekalipun."Aksi PSN 30 menit secara serentak ini bukan sekadar rutinitas, melainkan gerakan bersama untuk memutus rantai penularan DBD dari hulu. Kami mengimbau setiap kepala keluarga untuk menjadi Jumantik mandiri di rumahnya masing-masing melalui gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang)," ujar Samsu Rizal.Selain memeriksa tempat penampungan air dan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, jajaran Kecamatan Tanjung Priok bersama para kader juga melakukan Gerakan Penyuluhan Keluarga. Penyuluhan ini bertujuan memberikan edukasi interpersonal mengenai pencegahan DBD, mengenali gejala awal penyakit, hingga langkah penanganan pertama yang harus dilakukan oleh keluarga.Melalui gerakan serentak tahun 2026 ini, Pemerintah Kecamatan Tanjung Priok berkomitmen untuk terus menurunkan angka bebas jentik (ABJ) demi mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman demam berdarah.