Perekonomian & Pembangunan
Sekretariat Kota
26 Juni 2026 27

102,9 Kilogram Melon Premium Dipanen, Kebun Gangnam Jadi Destinasi Wisata Petik Favorit Warga

Kominfotik-Admin

Penulis

Kominfotik JU – Kebun Pegangsaan Dua Menanam (Gangnam), Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, berhasil memanen sebanyak 102,9 kilogram melon premium. Panen yang berlangsung pada Jumat (26/6) itu disambut antusias masyarakat yang tak hanya membeli hasil panen, tetapi juga menikmati sensasi memetik melon langsung dari kebun.

Salah seorang pegawai Puskesmas Kelurahan Pegangsaan Dua, Dina Mayang (36), mengaku senang dapat merasakan pengalaman memetik sendiri melon yang dibudidayakan di Kebun Gangnam. Menurutnya, varietas Kirani dan Sweet Lavender memiliki cita rasa manis, legit, serta kualitas yang tidak kalah dengan melon premium yang dijual di pusat perbelanjaan. "Rasanya manis dan legit. Saya bahkan sudah memesan lagi untuk panen berikutnya. Harganya juga jauh lebih terjangkau. Kalau di mal bisa mencapai ratusan ribu rupiah, di sini sekitar Rp150 ribu sudah bisa mendapatkan dua buah melon berukuran besar," ujarnya.

Hal serupa disampaikan warga Pegangsaan Dua, Reta, yang membeli melon varietas The Blues. Ia menilai keberadaan kebun melon premium di lingkungan tempat tinggalnya memberikan kemudahan bagi warga untuk memperoleh buah berkualitas dengan harga yang ramah di kantong. "Sudah saya cicipi, rasanya memang manis dan ukurannya besar. Sangat sepadan dengan kualitas premium yang ditawarkan," katanya.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Pegangsaan Dua, Ryannizar, menjelaskan panen kali ini dibagi menjadi dua sesi untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat.

Pada sesi pertama, panen dilakukan bersama Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Utara beserta jajaran dengan menghasilkan 57 buah melon atau seberat 61,8 kilogram. Sementara sesi kedua yang melibatkan masyarakat umum menghasilkan 23 buah melon dengan total berat 41,1 kilogram.

"Total panen hari ini mencapai 102,9 kilogram. Antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga kami membaginya dalam dua gelombang agar lebih banyak warga dapat ikut merasakan pengalaman memetik melon langsung dari kebun," jelasnya.

Ryannizar menambahkan, Kebun Gangnam mengusung konsep wisata petik melon yang menjadi satu-satunya di Jakarta Utara. Di lokasi tersebut dibudidayakan tujuh varietas melon unggulan, di antaranya Kirani, The Blues, Rock Melon, Yurika, Sweet Lavender, dan Alisha.

Menurutnya, sebagian besar varietas tersebut masih tergolong langka di pasaran Jakarta karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Kehadiran Kebun Gangnam diharapkan tidak hanya menjadi sentra budidaya hortikultura, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang pertanian perkotaan.

"Kami ingin kebun ini menjadi contoh bahwa urban farming mampu menghasilkan produk berkualitas sekaligus menjadi destinasi wisata edukatif bagi keluarga," tuturnya.

Sementara itu, Pengelola Kelompok Tani (Poktan) Kebun Gangnam, Yunus, menjelaskan budidaya melon dilakukan melalui perawatan intensif. Mulai dari proses penyemaian hingga panen, tanaman membutuhkan waktu sekitar 70 hari atau hampir tiga bulan.

Ia mengatakan, hasil penjualan panen akan diputar kembali sebagai modal untuk pembelian bibit dan biaya perawatan tanaman. Setelah masa panen berakhir, greenhouse akan disterilisasi sebelum memasuki siklus tanam berikutnya.

"Harga melon berkisar antara Rp30.000 hingga Rp37.000 per kilogram dengan bobot rata-rata 1,5 sampai 3,5 kilogram per buah. Meskipun penanaman berikutnya baru akan dimulai, sejumlah warga sudah melakukan pemesanan untuk panen mendatang," ungkapnya.

Yunus berharap keberadaan Kebun Gangnam dapat menjadi model pengembangan urban farming di Jakarta Utara yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menghadirkan destinasi wisata edukasi berbasis pertanian bagi masyarakat.

Bagikan Berita