Berita Medsos
Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
22 Mei 2026 23

Sudin Parekraf Jakut Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Lewat Bimtek Produk Higienis dan Eco-Friendly

Kominfotik-Admin

Penulis

Jakarta Utara - Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar Bimbingan Teknis Pengembangan Ekonomi Kreatif Tahun 2026 bertema ā€œJakarta Utara Berkreasi dalam Produk Kreatif yang Higienis dan Ramah Lingkunganā€ di Hotel Ibis Styles Sunter, Kamis (21/5). Kegiatan ini diikuti sebanyak 150 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, Jakpreneur, serta UMKM binaan Sudin Parekraf Jakarta Utara.

Dalam sambutannya, Kepala Suku Dinas Parekraf Jakarta Utara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui pengembangan kapasitas pelaku ekonomi kreatif. Tema yang diangkat juga menjadi bentuk dukungan terhadap momentum Hari Bumi Internasional dengan fokus pada pengurangan sampah plastik, kampanye ramah lingkungan, dan edukasi berkelanjutan.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Rita Ramayulis sebagai narasumber dengan materi mengenai produk makanan yang higienis dan bergizi. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya kandungan gizi seimbang, peran protein bagi tubuh, hingga edukasi untuk lebih bijak dalam memproduksi makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak atau junk food. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan label Nutri-Level dari Kementerian Kesehatan sebagai panduan memilih produk pangan yang lebih sehat.

Materi lainnya disampaikan oleh Zulfikar dengan tema ā€œLebih Baik untuk Bumi, Lebih Laris di Pasaran: Transformasi Kemasan UMKM Menuju Ekonomi Sirkularā€. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami pentingnya penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan melalui konsep guna ulang dan daur ulang untuk meminimalisir limbah sekaligus mendukung keberlanjutan usaha.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta berbagi pengalaman terkait pengembangan produk sehat, penggunaan bahan alami, hingga tantangan penggunaan kemasan ramah lingkungan pada produk kuliner. Selain itu, Bank Jakarta turut memberikan sosialisasi mengenai penggunaan QRIS, KUR, dan pinjaman modal usaha, sementara Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta membahas kondisi darurat sampah dan pembatasan pembuangan sampah ke TPST Bantargebang.

Melalui kegiatan ini, Sudin Parekraf Jakarta Utara berharap para pelaku ekonomi kreatif semakin mampu menghadirkan produk yang higienis, sehat, inovatif, dan ramah lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di Jakarta.(Rdn)

Bagikan Berita