Jakarta Utara - Suasana penuh semangat terlihat di RW 06 Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, saat digelar kegiatan pembinaan dan survei lokasi Program Kampung Iklim (ProKlim) kategori Lestari dan Utama. Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB ini melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Koja Toto Bondan, Lurah Lagoa Yuyun Wahyudi, jajaran Suku Dinas terkait, Ketua LMK, FKDM, para Ketua RT, kader lingkungan, serta petugas PPSU. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan dukungan penuh terhadap RW 06 Lagoa sebagai kandidat percontohan ProKlim tingkat nasional.
Program Kampung Iklim di RW 06 Lagoa menjadi bukti nyata peran aktif masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Berbagai program telah dijalankan, seperti pengelolaan sampah terpadu melalui Bank Sampah Aglonema, pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan, serta penghijauan lingkungan.
Melalui Bank Sampah Aglonema, warga secara rutin memilah sampah dari rumah tangga. Sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam dikumpulkan, ditimbang, lalu dicatat sebagai tabungan yang memiliki nilai ekonomi. Sistem ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan.
Dalam kegiatan ini, tim verifikator dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pemerintah Kota Jakarta Utara melakukan penilaian langsung di lapangan. Penilaian meliputi aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, kekompakan kelembagaan masyarakat, serta keberlanjutan program menuju kategori Lestari.
Kegiatan monitoring dan survei lokasi berakhir sekitar pukul 13.00 WIB dalam keadaan aman dan tertib. RW 06 Lagoa diharapkan mampu menjadi contoh kampung iklim yang berkelanjutan serta mengharumkan nama Jakarta Utara di tingkat nasional. (Rdn)
