Administrasi & Kesra
Walikota Jakarta Utara
30 Mei 2026 42

Waisak Sedunia 2026, Menag RI Serukan Penguatan Toleransi dan Persaudaraan Antarumat

Kominfotik-Admin

Penulis

Kominfotik JU - Perayaan Hari Raya Waisak Sedunia 2570 B.E./2026 bersama Sangha Mancanegara berlangsung khidmat di Vihara Mahavira Graha Pusat, Jakarta Utara, Sabtu (30/5). Perayaan ini menjadi momentum dalam memperkuat nilai-nilai kebijaksanaan, welas asih, toleransi, dan persaudaraan lintas agama.

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengatakan peringatan Waisak bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan panggilan batin untuk kembali menyalakan obor kebijaksanaan, cinta kasih, dan kedamaian sebagaimana diajarkan Buddha.

"Waisak mengingatkan kita pada tiga peristiwa agung, yaitu kelahiran Pangeran Siddharta Gautama, pencapaian pencerahan menjadi Buddha, dan Parinibbana. Dari kelahiran, kita belajar tentang harapan, dari pencerahan kita belajar tentang kebijaksanaan, dan dari Parinibbana kita belajar tentang makna keabadian," ujarnya.

Dalam sambutannya, Nasaruddin juga mengungkapkan sejumlah kesamaan nilai universal yang terdapat dalam ajaran Buddha dan Islam seperti mengajarkan kebajikan, kasih sayang, serta pembentukan manusia ideal yang membawa manfaat bagi sesama. "Semakin dekat umat dengan ajaran agamanya, semakin baik kualitas masyarakat yang terbentuk. Sebaliknya, ketika umat menjauh dari nilai-nilai agama, berbagai persoalan sosial akan muncul," katanya.

Nasaruddin juga mengutip Dhammapada ayat 183 yang berbunyi, "Tidak berbuat jahat, menumbuhkan kebajikan, dan menyucikan pikiran. Inilah ajaran para Buddha," tuturnya. Menurutnya, pesan tersebut selaras dengan nilai-nilai universal yang diajarkan berbagai agama, termasuk Islam.

Ia menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat bersama. Perayaan Waisak Sedunia, menurutnya, menjadi bukti bahwa perbedaan agama, budaya, dan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk hidup berdampingan secara harmonis.

"Keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan kita. Kehadiran Sangha mancanegara menunjukkan bahwa Dharma melintasi batas negara, bahasa, dan budaya, menjadikan dunia sebagai satu keluarga besar," tegasnya.

Di tengah berbagai tantangan global seperti konflik, krisis lingkungan, dan kegelisahan masyarakat modern, Menag mengajak umat Buddha Indonesia agar terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui penguatan toleransi, kerukunan, dan persaudaraan antarumat beragama kemudian menjadikan Waisak sebagai momentum menyalakan pelita kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Nasaruddin juga menyampaikan rasa syukur atas capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama Indonesia yang mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah pengukuran pada tahun 2025 dan terus menunjukkan tren positif pada tahun 2026. "Mari kita rawat bersama kedamaian ini karena merupakan sesuatu yang sangat berharga. Dengan semangat welas asih dan persaudaraan, kita dapat menjadikan Indonesia sebagai teladan dunia dalam harmoni dan kedamaian," ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Nasaruddin Umar mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Waisak Sedunia Tahun 2026 kepada seluruh umat Buddha. Ia berharap perayaan tersebut membawa berkah, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan semangat cinta kasih bagi seluruh umat manusia.

Turut hadir dalam perayaan tersebut Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan, bersama jajaran pemerintah, dan tokoh agama.

Bagikan Berita