Kominfotik JU - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menghadiri kegiatan groundbreaking ceremony pembangunan Sekolah Pelita Harapan (SPH) di kawasan Pluit Village, Selasa (2/6). Pembangunan sekolah ini ditandai dengan penandatanganan prasasti serta peletakan batu pertama oleh Menteri Pendidikan RI, Abdul Mu’ti.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana, Ketua Grup Lippo James Riady, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Kota Jakarta Utara Anita Permatasari, serta Lurah Pluit Ahmad Faizal.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan sekolah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menyebut pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang berperan penting dalam membentuk karakter generasi bangsa. “Pendidikan adalah investasi manusia. Bukan sekadar membangun gedung sekolah, tetapi membangun karakter dan masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa lembaga pendidikan harus mampu menjadi tempat yang inklusif bagi semua kalangan, baik masyarakat menengah ke atas maupun masyarakat kecil. Selain itu, pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan serta membangun nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti mengingatkan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan, iman, dan karakter dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi di era digital. Menurutnya, generasi muda tidak hanya perlu cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berkarakter.
Sementara itu, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Utara, Anita Permatasari, berharap kehadiran SPH Pluit Village dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Jakarta Utara. “Kami berharap pembangunan ini dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Pembangunan SPH Pluit Village diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan akses dan kualitas pendidikan, sekaligus memperkuat peran Jakarta sebagai kota yang maju dan berdaya saing di tingkat global.
