Administrasi & Kesra
Sekretariat Kota
4 Juni 2026 38

BNNK Jakarta Utara Bekali Klien Pascarehabilitasi Keterampilan Meracik Parfum Aman Berstandar BPOM

Kominfotik-Admin

Penulis

Kominfotik JU – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara menggelar Workshop Meracik Parfum “Yang Aman Berstandar BPOM” bagi klien pascarehabilitasi dalam rangka mendukung rangkaian kegiatan Pra Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Tempat Kumpul Kreatif (TKK) Jakarta Utara, Koja, dan diikuti oleh 16 klien pascarehabilitasi/bina lanjut.

Kepala BNN Kota Jakarta Utara, Kombes Pol. Irwan Andy Purnamawan mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan lanjutan bagi klien pascarehabilitasi agar memiliki keterampilan yang produktif dan bernilai ekonomis.

Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara BNNK Jakarta Utara, Tempat Kumpul Kreatif (TKK) Jakarta Utara, dan Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPUKM) Kota Administrasi Jakarta Utara.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali klien pascarehabilitasi dengan keterampilan yang kreatif, produktif, dan memiliki nilai ekonomis. Keterampilan meracik parfum dapat menjadi bekal untuk membuka usaha mandiri, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat komitmen peserta dalam mempertahankan pemulihan dan menjauhi penyalahgunaan narkoba,” ujar Irwan saat membuka kegiatan, pada Senin (25/5).

Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari berhentinya penyalahgunaan narkotika, tetapi juga dari kemampuan individu untuk kembali produktif dan berdaya secara sosial maupun ekonomi di tengah masyarakat.

“Kami berharap peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh sebagai langkah awal membangun kemandirian. Dengan memiliki aktivitas positif dan produktif, mereka akan semakin percaya diri menjalani kehidupan yang sehat, mandiri, dan bebas dari narkoba,” tambahnya.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan PPKUKM Kota Administrasi Jakarta Utara, Sri Damai Yanti, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai keterampilan meracik parfum dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi para peserta.

“Kami mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini. Keterampilan meracik parfum tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha mandiri yang memiliki nilai ekonomi apabila ditekuni dengan sungguh-sungguh,” kata Sri Damai Yanti.

Ketua Tim Rehabilitasi, BNNK Jakarta Utara, dr. Novianti Purnamasari menambahkan peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar pembuatan parfum, pengenalan bahan yang aman digunakan, teknik pencampuran aroma, hingga pemahaman tentang standar keamanan produk sesuai ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Peserta juga mengikuti sesi praktik meracik parfum dengan berbagai varian aroma sesuai kreativitas masing-masing. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat berdiskusi dengan narasumber mengenai teknik produksi dan peluang pengembangan usaha parfum rumahan yang aman serta memiliki daya saing.

“Kami berharap para klien pascarehabilitasi dapat memperoleh keterampilan baru yang bermanfaat, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat komitmen untuk menjalani kehidupan yang sehat, mandiri, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” tuturnya.

Bagikan Berita