Singapura — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka peluang investasi strategis bagi Singapura pada proyek Transit-Oriented Development (TOD) serta pembangunan MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4 saat bertemu Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, di Istana Perdana Menteri Singapura, Senin (15/6). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi sekaligus mempercepat transformasi Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan.
Pertemuan tersebut turut mempererat hubungan yang telah terjalin sejak keduanya sama-sama mengemban amanah di pemerintahan nasional. Kala itu, Pramono menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, sementara Lawrence Wong memegang sejumlah posisi strategis di Pemerintah Singapura.
Gubernur Pramono menegaskan, pengalamannya di pemerintahan menjadi modal penting dalam membangun komunikasi yang kuat dengan para mitra strategis. Pengalaman tersebut juga mendukung upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyelaraskan kebijakan nasional dengan implementasi di tingkat daerah sehingga mampu memberikan kepastian bagi para investor.
"Pengalaman saya sebagai Sekretaris Kabinet selama dua periode dan kini sebagai Gubernur Jakarta memungkinkan saya menjembatani kebijakan nasional dengan implementasinya di tingkat daerah. Hal ini penting untuk memberikan kepastian dan kepercayaan bagi para investor," ujar Pramono.
Dalam kesempatan itu, Pramono mengajak Singapura memperluas investasinya di Jakarta, khususnya pada pengembangan kawasan berbasis transportasi massal (TOD), pembangunan MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4, serta berbagai proyek transformasi perkotaan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas warga.
Menurutnya, berinvestasi di Jakarta berarti membuka akses ke salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Arus investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta dan Indonesia, tetapi juga memperkuat daya saing kawasan ASEAN serta menciptakan manfaat bersama bagi negara-negara mitra, termasuk Singapura.
"Berinvestasi di Jakarta saat ini berarti memperoleh akses ke salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Arus investasi yang mengalir ke Jakarta akan berkontribusi pada pertumbuhan Indonesia, memperkuat perekonomian ASEAN, serta menciptakan nilai tambah bagi mitra regional, termasuk Singapura," jelasnya.
Pramono juga menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk terus menghadirkan iklim investasi yang mudah, transparan, efisien, dan konsisten. Menurutnya, kepastian regulasi menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan investor dan mendorong kolaborasi jangka panjang.
"Kami ingin para pelaku bisnis Singapura mengetahui bahwa Jakarta berkomitmen mempermudah investasi melalui aturan yang jelas, proses yang efisien, dan kebijakan yang konsisten. Saya yakin kepercayaan dan kolaborasi yang kita bangun hari ini akan membawa manfaat serta kesuksesan bersama," pungkas Pramono.
