Berita Wilayah
Pademangan
19 Juni 2026 28

Perempuan Berkebaya Pademangan Beraksi untuk Lingkungan, Workshop Eco-Enzyme Bidik Rekor MURI

Kominfotik-Admin

Penulis

Pademangan – Ratusan perempuan berkebaya mengikuti Workshop Eco-Enzyme Serentak bertemakan Perempuan Berkebaya Bergerak untuk Lingkungan di Halaman Kantor Camat Pademangan, Kamis (18/6). Kegiatan ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Bersih Sungai 2026 sekaligus menjadi upaya memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori pembuatan cairan eco-enzyme terbanyak oleh perempuan berkebaya.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Pademangan beserta jajaran TP PKK, Koordinator Pendamping RW, serta berbagai unsur masyarakat yang bersama-sama menunjukkan komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan sungai di Jakarta Utara.

Workshop diawali dengan sesi edukasi mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga. Peserta diberikan pemahaman tentang pemanfaatan limbah organik, seperti kulit buah dan sayuran, menjadi cairan eco-enzyme yang memiliki berbagai manfaat, di antaranya sebagai pembersih alami dan pendukung pelestarian lingkungan.

Setelah sesi penyuluhan, para peserta mengikuti praktik langsung pembuatan eco-enzyme. Dengan penuh antusias, mereka memotong, menimbang, dan mencampurkan bahan organik ke dalam wadah fermentasi yang telah disiapkan. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa pelestarian budaya melalui penggunaan kebaya dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Sebagai puncak acara, seluruh peserta bersama-sama membacakan Deklarasi Peduli Sungai Bersih sebagai bentuk komitmen untuk tidak membuang sampah ke sungai serta mendorong pemanfaatan eco-enzyme sebagai salah satu solusi ramah lingkungan dalam menjaga kebersihan saluran air dan sungai.

Pada kesempatan tersebut, Kecamatan Pademangan juga berhasil mencatatkan rekor MURI untuk kategori pembuatan cairan eco-enzyme terbanyak oleh perempuan berkebaya. Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk semakin aktif mengelola sampah organik sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Kecamatan Pademangan menegaskan bahwa pelestarian budaya dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan para perempuan berkebaya diharapkan mampu menjadi pemicu lahirnya gerakan masyarakat yang lebih peduli terhadap kebersihan sungai dan keberlanjutan lingkungan demi masa depan yang lebih hijau.

Bagikan Berita