Kominfotik JU – Konsistensi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah perkembangbiakan nyamuk menjadi modal utama RW 02 Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, mewakili Jakarta Utara dalam Lomba Kampung Bebas Jentik (KBJ) Tingkat Provinsi DKI Jakarta.
Keseriusan tersebut terlihat saat Tim Verifikasi Lapangan (Verlap) tingkat Provinsi DKI Jakarta melakukan peninjauan langsung ke wilayah RW 02, Rabu (4/11) untuk memastikan kesesuaian data, paparan program, serta berbagai capaian pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan kondisi faktual di lapangan.
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Anita Permata Sari mengatakan, RW 02 Kamal Muara memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya keberhasilan mempertahankan angka bebas jentik hingga 100 persen. Bahkan, dalam dua tahun terakhir tidak ditemukan kasus demam berdarah dengue (DBD) pada warga setempat.
“Capaian ini tentu tidak terlepas dari konsistensi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, pelaksanaan PSN secara rutin, serta keterlibatan aktif Jumantik mandiri dalam memantau tempat-tempat yang berpotensi menjadi perkembangbiakan nyamuk,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara, Murniasi Hutapea menjelaskan, terdapat sejumlah indikator yang menjadi perhatian dalam penilaian Lomba KBJ. Di antaranya komitmen masyarakat, dukungan lintas sektor dalam penanggulangan DBD, capaian angka bebas jentik minimal 95 persen, kebijakan di tingkat kelurahan, hingga inovasi yang dikembangkan masyarakat.
Menurutnya, RW 02 Kamal Muara telah menunjukkan capaian positif dengan angka bebas jentik di atas 95 persen dan tidak ditemukan kasus DBD selama dua tahun terakhir. “Harapannya, melalui Lomba Kampung Bebas Jentik ini, upaya penanggulangan DBD semakin diperkuat melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, sektor swasta, kader, dan tokoh masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mendorong RW lainnya di Jakarta Utara untuk mulai menggerakkan program satu rumah satu Jumantik serta mengembangkan berbagai inovasi berbasis masyarakat dalam mencegah penularan DBD.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Kamal Muara, Fahrozi Hardi mengungkapkan, keberhasilan RW 02 hingga dipercaya mewakili Jakarta Utara merupakan buah dari sinergi kader PKK, Jumantik, aparatur kelurahan, serta partisipasi aktif masyarakat. Kebiasaan menjaga kebersihan rumah dan halaman, mengelola sampah, merawat saluran air, hingga memeriksa tempat penampungan air menjadi bagian dari upaya yang terus dilakukan warga.
“Terpilihnya RW 02 merupakan hasil konsistensi warga dan kader dalam menjaga sanitasi lingkungan. Kami berharap kepedulian ini terus tumbuh menjadi budaya sehari-hari, bukan hanya untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga demi menjaga kesehatan seluruh masyarakat Kamal Muara,” ungkapnya.
Tahapan penilaian Lomba KBJ tingkat provinsi akan dilanjutkan dengan pemaparan program kerja oleh perwakilan enam wilayah Kota Administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu pada 11 November 2026. Selanjutnya, pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Provinsi DKI Jakarta pada 13–14 November 2026.
Administrasi & Kesra
Sekretariat Kota
4 November 2026 4RW 02 Kamal Muara Andalkan Konsistensi Warga Menuju Kampung Bebas Jentik Tingkat Provinsi
Kominfotik-Louise
Penulis
Tags
#Suku Dinas Kesehatan
#Penjaringan
#Kamal Muara
