Kominfotik JU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Jakarta Utara. Kelurahan Kelapa Gading Timur berhasil meraih penghargaan Kategori Indah dalam ajang Benyamin S Award (BSA) 2026. Capaian ini sekaligus mengukuhkan Kelapa Gading Timur sebagai salah satu kelurahan terbaik di DKI Jakarta dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung kepada Lurah Kelapa Gading Timur, Nani, dalam acara Penganugerahan BSA 2026 di Grand Ballroom Hotel Pullman, Jumat (30/10).
"Penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras, kolaborasi, dan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam membangun wilayah. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan lingkungan Kelapa Gading Timur yang semakin indah, nyaman, dan berkualitas," ungkap Nani.
Sebelum mencapai tahap penganugerahan, Kelurahan Kelapa Gading Timur telah melewati serangkaian proses penilaian hingga verifikasi lapangan di sejumlah lokasi unggulan, di antaranya RW 03, RW 06, Taman Joging, Masjid Al-Musyawarah, serta kegiatan Kelapa Gading Street Fest. Berbagai lokasi tersebut menjadi representasi upaya penataan lingkungan, pengelolaan ruang terbuka hijau, kebersihan, ketertiban, hingga kreativitas masyarakat dalam menghidupkan potensi wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi capaian 10 kelurahan yang berhasil menembus babak final BSA 2026. Ia berharap ajang ini semakin mendorong lahirnya inovasi dan praktik terbaik dalam pengelolaan wilayah, sekaligus memotivasi seluruh kelurahan di Jakarta untuk berpartisipasi pada penyelenggaraan tahun berikutnya. "Saya minta tahun depan harus ikut semua. Sepuluh finalis yang terpilih tahun ini akan diberikan kesempatan untuk belajar ke luar negeri agar wawasan, cara pandang, dan pola pikirnya semakin berkembang," tuturnya.
Pramono menilai ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan kesempatan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan para lurah. Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap peran perempuan dalam kepemimpinan wilayah, terlebih dua dari tiga peraih penghargaan utama tahun ini merupakan perempuan.
Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta, Tona Hutauruk, menjelaskan bahwa penyelenggaraan BSA tahun kedua menunjukkan peningkatan antusiasme yang signifikan. Jika pada 2025 diikuti 27 kelurahan, tahun ini jumlah peserta meningkat menjadi 52 kelurahan yang direkomendasikan oleh para Wali kota dan Bupati.
Dari proses seleksi tersebut, terpilih 10 kelurahan sebagai finalis, yakni Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Pulau Panggang.
Menurut Tona, proses penilaian tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga memetakan berbagai potensi unggulan di tingkat kelurahan. Tercatat sedikitnya 76 taman yang beroperasi selama 24 jam, 94 titik destinasi kuliner khas Jakarta, serta beragam potensi wisata budaya, sejarah, alam, dan religi.
Selain itu, festival yang diselenggarakan oleh 10 kelurahan finalis berhasil diwujudkan melalui skema pembiayaan kreatif non-APBD. Hal tersebut menjadi bukti tumbuhnya kolaborasi dan kepercayaan masyarakat maupun mitra terhadap kepemimpinan di tingkat kelurahan.
Ke depan, berbagai potensi tersebut akan diintegrasikan dalam satu platform informasi unggulan sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing Jakarta menuju kota global tanpa meninggalkan identitas lokalnya.
BSA sendiri merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada kelurahan yang menunjukkan komitmen, dedikasi, dan kreativitas dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.
Prestasi Kelurahan Kelapa Gading Timur diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya, bahwa lingkungan yang berkualitas dapat terwujud melalui kepemimpinan yang kolaboratif, inovasi, serta keterlibatan aktif masyarakat. Sebuah kebanggaan bagi Jakarta Utara sekaligus motivasi untuk terus menghadirkan wilayah yang semakin baik.
