Kominfotik JU – Upaya mempercantik wajah lingkungan sekaligus memperluas ruang terbuka hijau terus dilakukan di wilayah Jakarta Utara. Kali ini, kawasan bantaran Kali Sunter di Jalan Inspeksi Kali Sunter, Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, mulai ditata dengan penanaman 10 pohon tabebuya merah muda, Jumat (30/10).
Penanaman yang dilakukan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Kota Administrasi Jakarta Utara tersebut menjadi bagian dari program rutin Jumat Menanam. Selain memperindah kawasan, kegiatan ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan lahan kosong agar memiliki manfaat ekologis dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Kepala Suku Dinas Tamhut Kota Administrasi Jakarta Utara, Reina Camelia mengatakan, penghijauan terus diperluas di enam kecamatan dengan menyasar berbagai lokasi, mulai dari jalur hijau, taman, hutan kota hingga taman pemakaman umum (TPU).
Menurutnya, setiap lokasi penanaman terlebih dahulu melalui survei untuk memastikan jenis tanaman yang dipilih sesuai dengan kondisi lingkungan dan karakteristik lahan. “Sejak Januari hingga saat ini, tercatat sebanyak 994 pohon pelindung telah kami tanam di seluruh wilayah Jakarta Utara,” ungkap Reina.
Ia berharap, penambahan pohon pelindung dapat memperluas tutupan tajuk hijau, meningkatkan kualitas udara, sekaligus menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih sejuk dan asri.
Reina juga mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam gerakan penghijauan dengan menanam serta merawat pohon di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Sementara itu, Wakil Camat Koja, Shalih Nopiansyar menjelaskan, lokasi penanaman di bantaran Kali Sunter sebelumnya merupakan lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui kolaborasi antara pihak kecamatan, Sudin Tamhut, dan masyarakat, kawasan tersebut kini mulai diarahkan menjadi lingkungan yang lebih tertata dan hijau.
“Hari ini kami bersama Sudin Tamhut telah menanam 10 pohon tabebuya dengan tinggi rata-rata sekitar empat meter. Kami berharap pohon-pohon ini dapat tumbuh dengan baik dan menambah kehijauan di kawasan tersebut,” tuturnya.
Shalih menambahkan, penataan kawasan tidak hanya berorientasi pada keindahan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas wilayah, termasuk dalam mempersiapkan Jakarta Utara menghadapi penilaian Adipura.
Ia pun mengajak warga untuk ikut menjaga keberlangsungan pohon yang telah ditanam serta memanfaatkan pekarangan rumah sebagai ruang penghijauan. “Penghijauan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Dengan kepedulian bersama, lingkungan akan semakin hijau, teduh, dan nyaman,” pungkasnya.
