Pemerintahan
Sekretariat Kota
29 Oktober 2026 11

Sudin Kominfotik Jakarta Utara Bekali 70 Warga Keterampilan Ekonomi Digital

Kominfotik-Adiwijaya

Penulis

Kominfotik JU – Suku Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Kota Administrasi Jakarta Utara terus mendorong peningkatan literasi digital masyarakat melalui pelatihan keterampilan ekonomi berbasis teknologi. Kegiatan bertajuk “Siap Cuan di Era Digital: Panduan Praktis Affiliate, Dropship, dan Konten” ini berlangsung di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Kamis (29/10).

Sebanyak 70 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) se-Jakarta Utara, Karang Taruna, kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), pelaku usaha binaan, serta perwakilan komunitas ojek online (ojol) dan Muslimat NU Jakarta Utara.

Asisten Pemerintahan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Muhammad Andri, menyampaikan bahwa pesatnya perkembangan teknologi digital telah menghadirkan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara masyarakat bekerja, menjalankan usaha, hingga memperoleh penghasilan. Kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk terus beradaptasi dan mengembangkan kreativitas dalam menangkap peluang ekonomi.

“Media sosial kini bukan sekadar ruang hiburan, melainkan juga sarana promosi untuk memperluas pasar, memperkenalkan produk, dan membuka peluang penghasilan tambahan,” ujar Andri.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Masyarakat diharapkan mampu menyampaikan informasi yang benar, mengedepankan kejujuran dalam berpromosi, serta tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan instan.

“Tidak ada keberhasilan yang instan. Peluang ekonomi digital membutuhkan proses, konsistensi, kreativitas, dan pemahaman terhadap risiko,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kominfotik Jakarta Utara, R. Fauzy, menjelaskan bahwa kegiatan literasi digital ini menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan sekaligus meningkatkan kemampuan praktis masyarakat dalam memanfaatkan berbagai platform digital secara produktif.

“Kami berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis mengenai bisnis afiliasi, sistem dropship, dan pembuatan konten kreatif yang dapat diterapkan sesuai minat dan potensinya,” tuturnya.

Untuk memperkaya pemahaman peserta, kegiatan menghadirkan praktisi afiliasi dan dropship, Fadli Muhamad, serta kreator konten, Annov Hari Prabowo. Kedua narasumber berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai strategi pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pengembangan usaha dan peluang penghasilan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin cakap digital, kreatif, dan berdaya saing dalam memanfaatkan peluang ekonomi,” ungkapnya.

Manfaat kegiatan turut dirasakan salah satu peserta, Andriani (40), pelaku usaha binaan asal Kelapa Gading. Ia mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya membangun personal branding serta mengoptimalkan jejaring digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurutnya, pelatihan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi usaha yang tengah dijalankan sekaligus merencanakan strategi pengembangan bisnis ke depan.

“Pelatihan ini membuka wawasan saya bahwa kesuksesan bisa dimulai dari nol. Karena itu, kita tidak perlu takut untuk belajar dan mencoba hal baru,” tandasnya.

Bagikan Berita