Kominfotik JU - Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi, mendampingi tim verifikasi lapangan (verlap) Benyamin S Award Tahun 2026 di dua kelurahan pesisir, yakni Kamal Muara dan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jumat (18/9). Sedangkan empat kelurahan lainnya, yaitu, Kelurahan Lagoa, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kelurahan Kelapa Gading Timur, dan Kelurahan Semper Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penilaian ajang Benyamin S Award Provinsi DKI Jakarta yang diikuti enam kelurahan di Jakarta Utara. Verifikasi dilakukan untuk memastikan data dan inovasi yang dilaporkan pada tahap seleksi benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Penilaian dilakukan serentak di enam kelurahan, yaitu Kamal Muara, Pluit, Rawa Badak Selatan, Lagoa, Semper Barat, dan Kelapa Gading Timur. Jakarta Utara mendapat kuota enam kelurahan, lebih banyak dari wilayah lain. Ini menunjukkan adanya keunggulan,” ujar Iyan.
Ia menambahkan, berbagai inovasi yang dimiliki masing-masing kelurahan menjadi modal penting untuk meraih hasil terbaik. Pemerintah Kota Jakarta Utara pun optimistis seluruh peserta mampu menunjukkan kinerja terbaiknya di hadapan tim juri.
Tim verifikasi yang terdiri dari dewan juri, di antaranya Wicaksono Sarosa dan Yayat Supriyatna, meninjau langsung kondisi wilayah untuk mencocokkan data dengan fakta di lapangan.
“Kami tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga proses, inisiatif dari kelurahan dan masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Wicaksono.
Di Kelurahan Kamal Muara, tim juri melihat adanya dukungan dari pihak pengembang dalam pengembangan wilayah. Sementara di Kelurahan Pluit, berbagai inovasi muncul dari kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, hingga kelompok ibu-ibu, seperti pembangunan tanggul pesisir dan penghijauan lingkungan.
“Ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta sangat penting dalam membangun wilayah,” tambahnya.
Lurah Pluit, Achmad Faizal, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui pengelolaan sampah popok secara berkelanjutan untuk mencegah dampak lingkungan.
Selain itu, warga bersama pemerintah kelurahan juga aktif menangani banjir rob, termasuk merawat kawasan setelah pembangunan tanggul pengaman pantai atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).
“Harapannya, Benyamin S Award ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat,” ujar Faizal.
Sementara itu, Lurah Kelapa Gading Timur, Nani optimis bisa meraih hasil terbaik dari verifikasi lapangan ini. Terlebih lingkungan yang dilombakan turut dalam ajang Jakarta Innovation Award 2026 dengan inovasi SiPilahter (Sistem Pilah Sampah Terpadu).
“Kami optimis bisa meraih hasil terbaik. Semua ini tentunya berkat peran masyarakat yang aktif membangun lingkungannya,” ungkap Nani.
Melalui verifikasi lapangan ini, diharapkan inovasi yang telah dilakukan di tingkat kelurahan tidak hanya menjadi penilaian semata, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Jakarta Utara.
