Pemerintahan
Sekretariat Kota
16 September 2026 81

LRT Kelapa Gading–Manggarai Resmi Beroperasi, Jakarta Perkuat Konektivitas Antarmoda

Kominfotik-Adiwijaya

Penulis

Kominfotik JU — Konektivitas transportasi publik di Jakarta semakin diperkuat dengan beroperasinya LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan pengoperasian koridor tersebut di Stasiun LRT Manggarai, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (16/9).

Peresmian bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tersebut menandai beroperasinya jalur LRT sepanjang 12,2 kilometer yang memiliki 11 stasiun. Kehadiran koridor baru ini memperluas jaringan transportasi massal sekaligus memperkuat keterhubungan antarkawasan di Jakarta.

“Pada hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam suatu acara yang sangat membanggakan, yaitu peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden mengatakan perkembangan transportasi publik yang semakin terintegrasi merupakan bagian penting dari kemajuan infrastruktur perkotaan. Menurutnya, kawasan Manggarai kini berkembang menjadi salah satu simpul transportasi strategis karena mempertemukan berbagai moda transportasi.

“Lima atau sepuluh tahun yang lalu, siapa mengira kita bisa punya sistem transportasi seperti sekarang? Di Manggarai ini ada LRT, ada KRL, ada TransJakarta, ada TransJabodetabek, dan kereta ke bandara yang menjadikannya sebagai transport hub, bahkan nanti akan dibangun perumahan untuk rakyat berpenghasilan rendah,” tutur Presiden Prabowo.

Ia menambahkan, penguatan konektivitas transportasi juga memiliki kaitan dengan peningkatan produktivitas dan daya saing Indonesia.

“Selamat atas peresmian ini, saya sangat bahagia hari ini karena naik LRT enak dan luar biasa, serta konektivitas yang kuat ini akan membuat Indonesia semakin bersaing,” ungkap Presiden Prabowo.

LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai memiliki waktu tempuh sekitar 28 menit. Secara bertahap, koridor tersebut ditargetkan mampu melayani hingga 80.000 penumpang setiap hari. Total investasi pembangunannya mencapai sekitar Rp12,1 triliun dan seluruhnya didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut pengoperasian LRT Kelapa Gading–Manggarai sebagai salah satu tonggak dalam penguatan sistem transportasi publik Jakarta.

“Hari ini menjadi tonggak penting penguatan transportasi publik Jakarta. LRT Kelapa Gading–Manggarai membentang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun, dan total investasi sekitar Rp12,1 triliun ini sepenuhnya didukung APBD DKI Jakarta,” ujar Gubernur Pramono.

Pada tahap awal, layanan segmen Velodrome–Manggarai dibuka secara terbatas melalui tiga stasiun baru, yaitu Stasiun Rawamangun, Pramuka, dan Manggarai. Evaluasi dilakukan untuk memastikan keandalan sistem, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat dalam menggunakan layanan tersebut sebelum pengoperasian penuh.

Selama masa transisi hingga Oktober 2026, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus sementara sambil menunggu penetapan tarif definitif. Tarif rute Kelapa Gading–Velodrome ditetapkan sebesar Rp5.000, dari stasiun eksisting menuju stasiun baru sebesar Rp5.008, sedangkan perjalanan antarestasiun baru dikenakan tarif Rp8.

“Selama masa transisi hingga Oktober 2026 berlaku tarif khusus sementara, yaitu rute Kelapa Gading–Velodrome Rp5.000, dari stasiun eksisting ke stasiun baru Rp5.008, dan antarstasiun baru Rp8, sedangkan tarif definitif masih menunggu proses penetapan,” imbuh Gubernur Pramono.

Selain memperkuat layanan transportasi, kawasan Manggarai juga diarahkan menjadi simpul integrasi antarmoda melalui pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD). Konsep serupa juga diarahkan untuk dikembangkan di kawasan Kelapa Gading dan Pulomas.

“Manggarai menjadi simpul penting integrasi antarmoda yang terhubung dengan KRL, Kereta Bandara, dan TransJakarta, serta pengembangannya diarahkan melalui kawasan TOD di Kelapa Gading, Pulomas, dan Manggarai,” tutur Gubernur Pramono.

Pemprov DKI Jakarta juga tetap memperhatikan aspek inklusivitas dalam pengembangan transportasi publik. Melalui Kartu Layanan Gratis, sebanyak 15 golongan masyarakat dapat memperoleh akses gratis pada layanan TransJakarta, MRT, dan LRT Jakarta sesuai dengan kriteria penerima.

Pengembangan jaringan LRT Jakarta juga akan terus dilanjutkan. Pemprov DKI Jakarta menyiapkan pembangunan jalur lanjutan sepanjang sekitar dua kilometer dari Manggarai menuju Dukuh Atas dengan nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun.

Jalur tersebut direncanakan dilengkapi pedestrian deck serta terintegrasi dengan MRT, KRL, TransJakarta, LRT Jabodebek, dan Kereta Bandara.

“Pengembangan LRT tidak berhenti di Manggarai. Pemprov menyiapkan kelanjutan sekitar dua kilometer menuju Dukuh Atas dengan investasi sekitar Rp2,7 triliun, dilengkapi pedestrian deck dan integrasi MRT, KRL, TransJakarta, LRT Jabodebek, serta Kereta Bandara,” terang Gubernur Pramono.

Ke depan, jaringan LRT Jakarta juga disiapkan untuk menjangkau sejumlah kawasan strategis lainnya, mulai dari Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Jakarta Kota, hingga Halim. Pemprov DKI Jakarta membuka peluang dukungan pembiayaan agar pengembangan jaringan tersebut dapat terus dilanjutkan.

“Ke depan jaringan juga disiapkan menuju JIS–Ancol sampai Jakarta Kota dan Halim, dan kami memohon dukungan Presiden agar pengembangan ini berlanjut termasuk membuka kemungkinan investasi Danantara, karena yang dibangun bukan sekadar jalur kereta melainkan konektivitas kota yang semakin mudah, nyaman, dan terintegrasi,” pungkasnya.

Tags
#Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik
Bagikan Berita