Kominfotik JU – Selama 82 hari ke depan menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Jakarta Utara untuk bergerak bersama dalam menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi melalui Bulan Dana PMI yang dilaksanakan mulai September hingga November 2026.
Tahun ini, penggalangan Bulan Dana PMI Kota Jakarta Utara ditargetkan hingga Rp 7,9 miliar. Untuk pelaksanaannya mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor 36 Tahun 2026 tertanggal 4 Agustus 2026 serta Surat Keputusan Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara Nomor 68 Tahun 2026.
Wakil Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan, yang juga bertugas sebagai Ketua Bulan Dana PMI Kota Jakarta Utara, mengajak seluruh jajaran pemerintah, dunia usaha, komunitas, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat untuk menjadikan Bulan Dana PMI sebagai gerakan bersama dalam misi kemanusiaan. “Yang penting kita mulai bergerak, karena kalau dilihat waktunya ada 82 hari kalender atau sekitar 58 hari kerja,” ujar Fredy di Ruang Pola, Kantor Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Kamis (10/9).
Menurutnya, keberhasilan Bulan Dana PMI tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang terkumpul, tetapi juga bagaimana seluruh unsur masyarakat membangun kesadaran untuk berbagi dan membantu sesama. “Ini memang kegiatan rutin setiap tahun, tetapi jangan diartikan hanya sebagai bulan mengumpulkan dana. Hakikatnya adalah gerakan kemanusiaan, gerakan kepedulian sosial secara bersama-sama,” tegasnya.
Fredy meminta jajaran wilayah mulai dari camat, lurah, RT, RW hingga berbagai organisasi dan komunitas untuk aktif melakukan sosialisasi. Potensi di masing-masing wilayah juga perlu dipetakan agar penggalangan dana berjalan terarah dan optimal. “Mulai hari ini, masing-masing wilayah dan UKPD buat strateginya. Petakan potensinya, bangun komunikasi dan bergerak bersama,” imbaunya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk RT/RW, organisasi kepemudaan, PKK, Dasawisma, Karang Taruna, serta elemen masyarakat lainnya.
Pada kesempatan itu, Fredy menginstruksikan agar seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara turut berpartisipasi dalam penggalangan Bulan Dana PMI 2026. Untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal, Fredy menekankan tiga prinsip utama, yakni Serius, Terukur, dan Transparan (STT). “Kalau kita sudah serius, sudah terukur, dan sudah transparan, mudah-mudahan target bisa tercapai,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara, Ramdansyah, mengatakan dukungan masyarakat sangat dibutuhkan PMI dalam menjalankan berbagai misi kemanusiaan sepanjang tahun. “Dalam menjalankan kewajibannya, PMI membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik moril maupun materil. Untuk itu kami mengajak semua lapisan masyarakat turut berpartisipasi dalam Bulan Dana PMI Tahun 2026 untuk menjalankan misi kemanusiaan,” tutur Ramdansyah.
Ia menjelaskan, hasil Bulan Dana PMI akan mendukung berbagai program dan kebutuhan PMI Kota Jakarta Utara, mulai dari kemarkasan, organisasi dan relawan, penanggulangan bencana, informasi dan komunikasi, pendidikan dan pelatihan, pengembangan sumber daya dan kemitraan, klinik, Tempat Uji Kompetensi (TUK) LSP PMI, hingga Pusdiklat.
Dalam proses penggalangan dana, PMI Kota Jakarta Utara menyiapkan berbagai media, di antaranya X-banner, kupon, amplop, map lis, dropbox, spanduk, dan proposal. “Semoga dukungan masyarakat melalui Bulan Dana PMI ini dapat digunakan untuk memperkuat berbagai kegiatan kemanusiaan PMI selama satu tahun ke depan dan target tahun ini bisa tercapai,” pungkasnya.
